RADARMAGELANG.ID, Temanggung--Jumlah korban akibat aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Temanggung mencapai 35 orang.
Para korban mengalami sesak napas akibat gas air mata serta luka-luka karena kericuhan.
Kondisi terkini mengenai situasi Temanggung pasca demonstrasi disampaikan Wakil Bupati Temanggung, drg. Nadia Muna.
"Hari ini jam 18.30 WIB, saya berada di PMI Temanggung. Keadaan saat ini usaisaya mengadakan patroli, sudah lumayan kondusif, namun masih ada pos-pos yang ada kerumunan dari para pendemo," katanya Senin petang (1/9/2025) di markas PMI Temanggung.
Nadia menyebut, pihaknya sudah berkeliling ke sejumlah rumah sakit di area Temanggung. Seperti RSUD Temanggung, RS Gunung Sawo, serta Markas PMI Temanggung.
Hasilnya, terdapat sejumlah korban yang dirawat. Termasuk anggota Brimob yang mengalami luka.
"Saya sudah berputar dari RSUD, kemudian RS Gunung Sawo, dan saat ini ke PMI Temanggung. Alhamdulillah, semuanya sudah clear. Tadi saya lihat paling parah anggota Brimob, karena memang terjebak kerumunan dan sekarang dalam masa pemulihan dan kondisinya baik-baik saja," jelasnya.
Adapun jumlah korban, lanjut Nadia, mencapai 35 orang. Di antaranya 17 orang dirqwat di RSUD Temanggung, 15 orang pemulihan di markas PMI, dan 3 orang di RS Gunung Sawo.
"Kebanyakan (korban) sesak nafas karena efek gas air mata terhirup. Kemudian untuk (korban) lain luka-luka karena pengeroyokan dan banyak juga jatuh," ujar Nadia.
Mengingat kondisi yang sudah malam, Nadia menegaskan, agar para demonstran membubarkan diri. Ia mewanti-wanti agar tidak ada korban lagi.
"Saya tegaskan ada pembubaran dari para demonstrans karena memang sudah larut. Dan saya imbau untuk masyarakat menjaga kondusifitas Temanggung," tandas Nadia.
Hingga pukul 18.50 WIB, suasana Temanggung akibat demonstrasi mulai kondusif.
Petugas terus menyisir lokasi-lokasi yang diduga terdapat kerumunan para demonstran. (dev)
Editor : H. Arif Riyanto