RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Hingga pukul 17.40 WIB para demonstran masih belum meninggalkan area lokasi DPRD Temanggung, Senin (1/9/2025). Diduga, aksi ini akan berlanjut hingga malam hari.
Pantauan wartawan ini, hingga pukul 17.40 WIB terlihat para demonstran masih berkeliaran di sekitar Alun-alun Temanggumg, area gedung DPRD Temanggung, hingga ke sejumlah ruas jalan, dan markas PMI Temanggung.
Pendemo juga membakar water barrier di lingkungan Alun-alun Temanggung. Petugas dengan terpaksa menembakkan gas air mata berkali-kali untuk mengusir pendemo. Namun, demonstran masuk ke gang-gang rumah warga.
Pantauan di area markas PMI, sejumlah demonstran meminta bantuan karena sesak napas akibat gas air mata.
Selain itu, di Jalan Dr Wahidin para demonstran terlihat menantang petugas. Alhasil, petugas kembali menembakkan gas air mata dari berbagai sisi. Efeknya, warga di sekitar lingkungan tersebut terkena imbas.
"Ini kacau. Gas air mata masuk ke kampung-kampung. Bikin sesak napas warga," kata Adi, warga sekitar.
Hal senada dikatakan seorang demonstran berinisial N. Ia mengaku mengikuti aksi ini karena awalnya untuk menyuarakan aspirasi kepada wakil rakyat dan bupati.
Lantaran situasi berubah tidak kondusif, pemuda 22 tahun ini menyelamatkan diri ke markas PMI.
"Belum bisa pulang. Padahal saat orasi damai. Itu yang lempar-lempar batu juga botol itu anak-anak. Bocil-bocil yang saya nggak tahu dari mana," akunya.
Aksi demonstrasi di Temanggung berlangsung ricuh. Selain membakar water barrier, massa juga merobohkan gerbang DPRD Temanggung.
Petugas kepolisian terus menghalau demonstran agar tidak merangsek ke tempat-tempat vital. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo