Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Puluhan Tahun Rusak, Warga Watumalang Wonosobo Tanam Pisang di Jalan

Sigit Rahmanto • Minggu, 31 Agustus 2025 | 23:20 WIB
Pohon pisang ditanam di tengah jalan yang menghubungkan Desa Watumalang dan Wonosroyo Kecamatan Watumalang.
Pohon pisang ditanam di tengah jalan yang menghubungkan Desa Watumalang dan Wonosroyo Kecamatan Watumalang.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Pemandangan tak biasa terlihat di ruas jalan penghubung Desa Watumalang menuju Desa Wonosoroyo, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.

Di tengah badan jalan yang rusak dan berlubang, banyak pohon berdiri menghiasi jalanan dalam beberapa hari belakangan. 

Pohon itu bukan tumbuh alami, melainkan sengaja ditanam warga sebagai simbol protes atas jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki pemerintah.

Aksi itu menjadi viral di media sosial sebagai puncak kejengkelan warga yang sering melintas di jalanan itu. 

Jalan sepanjang 1,5 kilometer di ruas Binangun–Wonosoroyo sudah puluhan tahun dibiarkan rusak parah.

Aspal mengelupas, batu-batu besar menyembul, dan saat hujan berubah menjadi kubangan. Motor kerap terpeleset, mobil sulit melintas.

Aktivitas ekonomi warga yang mayoritas petani salak terganggu karena distribusi hasil panen terhambat.

“Sudah bertahun-tahun warga hanya bisa menunggu janji perbaikan. Akhirnya mereka jengkel dan menanam pohon pisang sebagai tanda kekecewaan,” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo, Suwondo Yudhistiro, Minggu (31/8/2025).

Suwondo, yang juga legislator dari dapil III (Watumalang, Leksono, Sukoharjo), mengaku prihatin sekaligus memahami langkah warga.

“Saya bisa merasakan kekecewaan masyarakat. Jalan itu vital, setiap hari digunakan petani mengangkut hasil kebun. Kalau jalannya rusak, otomatis ekonomi warga terganggu,” ujarnya.

Menurut dia, persoalan jalan rusak di Watumalang sudah berulang kali dibawa dalam rapat DPRD bersama Pemkab. Namun, hingga kini pembangunan selalu tertunda dengan alasan efisiensi anggaran. 

“Padahal yang tersisa hanya 1,5 kilometer. Sangat disayangkan jika tidak segera dikerjakan,” tegasnya.

Karena itu, Suwondo mendesak Dinas PUPR Wonosobo segera merespons keluhan warga. Ia minta ruas jalan Watumalang-Wonosoroyo masuk prioritas pembangunan di APBD 2026.

“Kalau bisa, akhir tahun ini minimal ada perbaikan darurat supaya kerusakan tidak semakin parah,” katanya.

Bagi warga Watumalang, perbaikan jalan bukan sekadar soal kenyamanan berkendara.

Jalan mulus berarti akses pendidikan anak lebih mudah, layanan kesehatan lebih cepat, dan yang paling utama distribusi hasil pertanian bisa lancar. 

“Kalau jalan ini baik, petani salak bisa lebih mudah mengangkut hasil panennya. Harga jual juga lebih stabil karena akses ke pasar tidak terhambat,” tambah Suwondo.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU PR Wonosobo, Edy Hartono, mengakui jika jalan di ruas Pasuruhan–Wonosroyo tahun ini tidak tersentuh pembangunan.

“Kebetulan tahun ini memang tidak ada kegiatan di ruas itu karena efisiensi anggaran,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (31/8/2025).

Menurut Edy, sebenarnya beberapa tahun lalu ruas jalan tersebut sempat mendapatkan alokasi perbaikan dari dana alokasi khusus (DAK) maupun APBD.

Namun, panjangnya ruas jalan membuat pekerjaan belum mencapai titik yang kini diprotes warga. 

“Panjang ruasnya 7 kilometer, yang rusak 1,3 kilometer. Jadi memang spot yang sekarang dikeluhkan belum tertangani,” jelasnya.

Edy menambahkan, untuk rencana penyelesaian atau penganggaran perbaikan penuh masih menunggu arahan pimpinan. “Intinya PU siap melaksanakan, kalau ada alokasi anggaran pasti kita eksekusi,” tandanya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#suwondo yudhistiro #pohon pisang #Watumalang #protes #jalan rusak