Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dukung Produktivitas Pertanian, DPUPR Temanggung Fokus Pembangunan Daerah Irigasi

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 29 Agustus 2025 | 04:39 WIB
Para pekerja saat membangun daerah irigasi di wilayah Desa Tegowanuh, Kaloran, untuk mendukung produktivitas pertanian.
Para pekerja saat membangun daerah irigasi di wilayah Desa Tegowanuh, Kaloran, untuk mendukung produktivitas pertanian.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung terus menggenjot pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian.

Tahun 2025 ini, kegiatan difokuskan pada pembangunan daerah irigasi (DI). Salah satunya di Kalimandang, Pringsurat.

Selain itu, DPUPR melaksanakan berbagai kegiatan operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi di enam unit pelaksana teknis (UPT).

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Temanggung, Yusuf Edi menjelaskan, terdapat 577 daerah irigasi dengan cakupan lahan 17.111 hektare yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Untuk di DI Kalimandang itu hasil Musrenbang, nilainya Rp 500 juta. Sedangkan kegiatan OP irigasi mencapai Rp 1,2 miliar," jelasnya Kamis (28/8/2025).

Sedangkan  program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak di 46 lokasi dengan nilai Rp 195 juta per lokasi.

Yusuf menyebut, pembangunan irigasi sangat penting terlebih saat musim kemarau. Dengan ketersediaan air yang terjaga, petani bisa tetap menanam palawija atau komoditas lain meski tidak sedang musim tanam padi.

“Targetnya semua pekerjaan irigasi selesai tahun ini. Untuk tingkat desa, pembangunan biasanya rampung dalam 1–2 bulan,” ujarnya

Meski tahun ini Temanggung tidak mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk bidang irigasi, pemerintah tetap berupaya melanjutkan program melalui kolaborasi dengan balai besar dan dinas terkait. Sebelumnya, DAK irigasi yang diterima Temanggung bisa mencapai Rp 15 miliar.

Selain pembangunan fisik, DPUPR juga menyediakan aplikasi Jaga Teman (Jaringan Jaga Irigasi Temanggung) yang memungkinkan masyarakat melaporkan kerusakan irigasi secara langsung. Laporan juga bisa disampaikan melalui PPPA (Perkumpulan Petani Pemakai Air) maupun UPT di enam regional.

“Kalau belum bisa ditangani dengan anggaran pemerintah, biasanya masyarakat bergerak swadaya. Seperti banjir sebelum Lebaran kemarin, penyebabnya saluran tertutup, dan segera diatasi,” ujarnya.

Sementara itu, Juwarman, anggota PPPA Desa Tegowanuh, menyebut program irigasi sangat bermanfaat bagi petani yang selama ini bergantung pada tadah hujan.

“Biasanya kami hanya bisa panen padi sekali setahun. Adanya irigasi, diharapkan bisa dua kali panen. Bahkan saat kemarau tetap bisa tanam palawija,” tuturnya.

Ia mengatakan, pembangunan DI Tegowanuh sepanjang 600 meter yang bersumber dari Sungai Kaligede. Dari sumber itu mampu mengairi 80,6 hektare lahan produktif di dua desa. 

"Progres sudah 400 meter sejak awal Agustus. Harapannya, sumber air dari Dam Pistan di Sungai Progo juga segera dimaksimalkan pemerintah,” tambahnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#DPUPR Temanggung #pringsurat #musrenbang #jaringan irigasi