RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Minat pelajar Kabupaten Temanggung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui program Beasiswa Sarjana S1 cukup tinggi.
Hingga kini, sudah tercatat 50 pendaftar yang mengajukan diri mengikuti program beasiswa sarjana yang digulirkan Baznas Temanggung. Adapun kuota yang tersedia 100 mahasiswa.
Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Baznas Temanggung, Abdulloh Yusron Avisena, mengatakan, pendaftaran program ini dilakukan secara daring melalui tautan resmi Baznas Temanggung. Namun, berkas fisik tetap wajib diserahkan langsung ke kantor Baznas.
"Pendaftaran masih dibuka hingga 17 Agustus 2025. Setelah itu, kami akan melakukan seleksi,” ujarnya Selasa (12/8/2025).
Yusron menerangkan, peserta program ini berasal dari berbagai kecamatan di Temanggung. Lalu, peserta dipastikan telah diterima di perguruan tinggi.
Nantinya, beasiswa yang diberikan sebesar Rp 3 juta per semester. Dana tersebut diperuntukkan untuk membayar biaya kuliah atau uang kuliah tunggal (UKT), serta kebutuhan pendidikan lainnya.
"Kami pastikan penerima beasiswa itu benar-benar sudah diterima di perguruan tinggi," terangnya.
Baznas Temanggung menegaskan, penerima beasiswa ini berasal dari keluarga tidak mampu.
Khususnya peserta yang termasuk kategori desil 5 berdasarkan data kesejahteraan. Sebelum penetapan penerima, Baznas bersama tim akan melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi calon penerima.
"Kami ingin bantuan ini tepat sasaran, sehingga benar-benar membantu mereka yang membutuhkan,” kata Yusron.
Selain itu, ada syarat tambahan yang harus diperhatikan. Di antaranya, penerima beasiswa Baznas tidak boleh menerima beasiswa dari pihak lain. Jika penerima memilih program beasiswa lain, maka beasiswa dari Baznas harus dilepaskan.
Hal tersebut untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi pelajar kurang mampu. Selanjutnya, pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada September 2025.
Yusron berharap, program ini dapat memacu semangat para pelajar untuk terus mengejar pendidikan tinggi meski menghadapi keterbatasan ekonomi. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
"Kami ingin memberikan dorongan agar mereka tetap semangat melanjutkan studi. Kesempatan ini jangan disia-siakan,” tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo