Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dinkes Temanggung Luncurkan Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode DNA HPV, Wabup Nadia Ajak Masyarakat Memanfaatkan Layanan di Puskesmas

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 01:02 WIB
Wakil Bupati Temanggung, drg Nadia Muna bersama jajarannya, melaunching layanan deteksi dini kanker serviks metode DNA HPV di Graha Bhumi Phala, Rabu (6/8/2025).
Wakil Bupati Temanggung, drg Nadia Muna bersama jajarannya, melaunching layanan deteksi dini kanker serviks metode DNA HPV di Graha Bhumi Phala, Rabu (6/8/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung meluncurkan layanan deteksi dini kanker serviks dengan metode terbaru DNA Human Papillomavirus (HPV), Rabu (6/8/2025) di Graha Bhumi Phala.

Layanan ini menjadi komitmen pemerintah daerah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, menerangkan, metode deteksi kanker serviks dengan DNA HPV jauh lebih sensitif dibandingkan metode lama yakni IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).

Pemeriksaan ini ditujukan bagi perempuan usia 30 hingga 69 tahun, yang secara statistik di Temanggung mencapai 210.570 jiwa.

"Walau baru dilaunching, kami sudah memeriksa sekitar 1.600 perempuan dengan metode DNA HPV ini. Harapannya, angka kasus kanker serviks tidak bertambah dan bisa ditekan sejak dini," terangnya.

Dari data akumulasi sejak 2022 hingga 2025, tercatat ada 83 kasus kanker serviks di Kabupaten Temanggung.

Sebagian besar kasusnya masih dalam kondisi pra-kanker dan telah ditangani melalui layanan IVA di puskesmas. 

Melalui layanan terbaru, masyarakat kini memiliki akses pemeriksaan lebih awal dan akurat tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.

 "Karena kalau pemeriksaan deteksi kanker serviks secara mandiri, bisa Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta. Tapi di puskesmas gratis," tegas Intan.

Selain fokus pada kanker serviks, Dinkes Temanggung juga terus menggalakkan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Intan berharap, deteksi penyakit sejak dini bisa mencegah komplikasi yang serius, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Terlebih kami sudah memiliki 123 provider atau yang memeriksa kasus kanker serviks metode DNA HPV," tambahnya.

Wakil Bupati Temanggung, drg. Nadia Muna,  menekankan pentingnya peran deteksi dini sebagai langkah strategis menyelamatkan perempuan dari bahaya kanker serviks. Ia mengungkapkan, secara nasional, kasus baru kanker serviks bisa mencapai 36.000 per tahun.

"Sayangnya, angka skrining kita masih sangat rendah, baru di angka 5,5 persen. Sementara target nasional 70 persen untuk perempuan usia 30–69 tahun. Ini harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Nadia mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk aktif memanfaatkan layanan gratis ini di puskesmas. Ia berharap melalui sosialisasi dan edukasi, kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini semakin meningkat.

"Layanan ini mudah, cepat, dan gratis. Jadi tidak ada alasan untuk menunda," katanya.

Layanan deteksi dini ini terus disosialisasikan Dinas Kesehatan Temanggung. Salah satunya melalui seminar bersama para ahli di bidangnya, yakni Doktor dr. Heru Priyanto, Sp.O.G, Subsp. Onk dan Prof. dr. Fatwa Saru Tetra Dewi, MOH., Ph.D.

"Untuk pencegahan kanker serviks bisa dimulai dari vaksinasi sejak anak kelas 5-6 SD. Saya juga salut dengan Temanggung karena paling aktif dan mandiri mengenai deteksi dini penyakit ini," ujar dr Heru Priyanto dalam seminar deteksi dini kanker serviks di Graha Bhumi Phala. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung #kanker serviks #drg nadia muna #deteksi dini #hpv #intan pandanwangi