RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti puncak acara Regeng Suro Jilid V di Dusun Bakal, Desa Campurejo, Kecamatan Tretep.
Ribuan warga larut dalam pegelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Gondo Suharno asal Jogjakarta dengan lakon Wahyu Sotya Bumi.
Malam itu terasa istimewa karena kehadiran penyanyi campursari asal Jawa Timur, Niken Salindri. Dengan suara merdunya, Niken berhasil memikat penonton yang memadati area pertunjukan, meski udara dingin khas lereng Gunung Prau menyelimuti wilayah tersebut.
Tak hanya menjadi ajang hiburan, malam puncak Regeng Suro juga menjadi momen kebersamaan antara pemimpin daerah dan warganya.
Bupati Temanggung Agus Setyawan bersama istri, Panca Dewi, turut naik ke panggung dan bernyanyi bersama Niken membawakan lagu Kalih Welasku dan Dumes. Kehadiran mereka di tengah masyarakat disambut hangat dan penuh antusias.
Menambah semarak suasana, Ketua DPRD Temanggung Yunianto, juga ikut menyumbangkan suara dengan membawakan lagu Cinta Tak Terpisahkan. Aksi panggung para pejabat ini menambah keakraban dalam malam kebudayaan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut menyukseskan seluruh rangkaian acara Regeng Suro tahun 2025 ini. Guyub rukun ini harus dijaga,” ujar Bupati Agus Setyawan.
Pergelaran wayang kulit menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Regeng Suro yang telah berlangsung selama tiga hari.
Sebelumnya, warga Campurejo menggelar merti dusun di komplek makam Sepanjang dan berbagai penampilan seni tradisi seperti jaran kepang, topeng ireng, hingga hadroh. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo