Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Gubernur Jateng Ahmad Lutfhi Kunjungi Panti Penganthi Temanggung : Penghuni Panti Mengaku Senang Bahagia

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 16 Juli 2025 | 00:31 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengunjungi PPSDSN Penganthi Temanggung,
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengunjungi PPSDSN Penganthi Temanggung,

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyambangi Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Penganthi Temanggung, Selasa (15/7/2025). 

Dalam kunjungannya, gubernur bersama Forkopimda Kabupaten Temanggung, meninjau kondisi sarana dan prasarana panti yang menjadi tempat tinggal dan pembinaan bagi penyandang disabilitas netra.

Menurutnya, masih ada sejumlah fasilitas yang memerlukan percepatan dalam perbaikan. Itu supaya pelayanan terhadap penghuni panti dapat lebih optimal.

“Ada beberapa akselerasi yang perlu diperbaiki. Tetapi prinsip, penghuni panti di sini mengaku senang, bangga, dan merasa dihargai," kata Gubernur Ahmad Luthfi di PPSDSN Penganthi Temanggung.

Luthfi mengatakan, ada 57 panti di Jawa Tengah yang sudah mendapat suport dana dari pemerintah provinsi. Hal itu untuk kegiatan-kegiatan panti. Pihaknya ingin, dinas terkait bisa mencari sebanyak-banyaknya masyarakat yang membutuhkan panti pelayanan sosial. 

"Untuk pelatihan, yang paling penting mereka harus bisa mandiri dan berdikari. Saya salut juga ke pengurus panti yang mengabdi tanpa batas," katanya.

Sementara Kepala PPSDN Penganthi Temanggung, Adoniati Meyria Widaningtyas menjelaskan, ada berbagai kegiatan yang dilakukan di panti Penganthi Temanggung. Antara lain activity daily living (ADL), orientasi mobilitas melalui sirkuit simultor, baca tulis braile, pelatihan PKK, hingga bimbingan kewirausahaan.

"Biasanya netra ini masih kental sama kemampuan pijat. Tapi di sini, kami latih juga ke pijat sampai penyembuhan penyakit. Lalu ada inovasi teknik pijat Gasiseko," terangnya.

Meyria menambahkan, para penghuni panti juga mendapat pelatihan kewirausahaan berupa klinik pijat. Mereka mendapat pengetahuan mengenai cara berkomunikasi dengan pasien hingga mengelola keuangan.

"Harapannya setelah keluar dari panti, mereka jadi pribadi yang mandiri dan kuat dalam persoalan ekonomi sehingga bisa menaikkan derajat keluarganya," tambahnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Penganthi #Disabilitas Netra #temanggung #PPSDSN #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfhi