RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mengikuti modernisasi digital. Itu sebagai upaya untuk meningkatkan pemasaran dengan jangkauan lebih luas.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan peningkatan skill digital marketing dan konten kreatif bersama PT Telkom Witel Yogya Jateng Selatan, di aula Bappeda Temanggung, Kamis (10/7/2025).
Ada 50 pelaku UMKM dari kalangan perempuan yang mengikuti pelatihan ini.
Wakil Bupati Temanggung, drg. Nadia Muna menyebut, pelatihan ini penting karena masih banyak pelaku UMKM di Kabupaten Temanggung yang belum melek teknologi. Ia mengakui, potensi UMKM di Kota Tembakau ini masih tergolong lokal dan belum menembus pasar secara luas.
"Sekarang sudah memasuki dunia digital, sehingga UMKM harus kita dorong untuk masuk ke dunia digital. Kami harap, UMKM bisa mengikuti modernisasi digital," katanya.
Pihaknya terus mendorong percepatan digital terhadap pelaku UMKM. Karena ekonomi digital memilik pangsa pasar yang sangat luas dalam meningkatkan usaha para pelaku UMKM.
"Pemkab Temanggung juga sudah mendirikan UMKM Center Temanggung sebagai wadah untuk memasarkan produk-produk UMKM milik para pelau usaha di sini," katanya.
General Manager Telkom Witel Yogya Jateng Selatan, Agus Faisal mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Pemkab Temanggung untuk membekali pelaku usaha agar melek digital. Hal ini juga meningkatkan efisiensi pelaku UMKM, daya saing, dan jangkauan pasar melalui berbagai platform digital.
"Kalau kita mau go internasional, go publik dan harus keluar dari pemain lokal, ya harus memanfaatkan teknologi digital. Untuk sampai ke sana kita bekali ketErampilan supaya tampilannya tidak sekadarnya. Tetapi dipersiapkan tampilan yang bagus dan menarik," katanya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono mengatakan, hingga kini ada 33.000 pelaku UMKM dari berbagai klaster di Kabupaten Temanggung.
Namun, dari jumlah itu belum banyak yang melakukan pemasaran digital karena keterbatasan SDM.
"Harapannya dengan pelatihan ini pelaku UMKM sadar teknologi bahwa ada perubahan zaman dengan pemasaran digital. Jadi sudah tidak lagi menjual produk dengan manual sehingga kalah saing dengan anak-anak muda," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo