RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Taman Kartini Temanggung yang menjadi taman kota terkesan mangkrak dan tidak terawat. Sejumlah fasilitas bermain terlihat rusak dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Pantauan wartawan ini Senin (7/7/2025) pukul 11.00, taman tersebut tampak sepi. Hanya beberapa pedagang dan pengunjung. Padahal, biasanya taman kota ini ramai di kala musim liburan sekolah.
Taman tersebut tidak terawat dari segi fasilitas bermain hingga akses jalan di lokasi taman. Bahkan, ada yang rusak seperti wahana jungkat-jungkit, ayunan besi, hingga perosotan.
Selain itu, besi-besi pada wahana rusak itu dibiarkan begitu saja. Hal itu dimungkinkan bisa membahayakan pengunjung di Taman Kartini.
"Sepi kan Mbak. Memang sekarang tidak banyak yang datang ke sini sejak Covid-19 itu. Kalau dulu pas liburan sekolah pasti ramai anak-anak bermain di sini," ungkap Suryanto, 70, salah satu pedagang di lingkungan Taman Kartini Temanggung.
Pedagang yang berjualan di lokasi tersebut kini berkurang. Ia berjualan sejak pukul 09.00 sampai pukul 18.00.
"Sekarang paling enam pedagang saja yang jualan di area taman. Ada musala yang jadi alih fungsi berjualan. Jadi yang beli itu, makannya di musala, kan bukan itu fungsinya," jelasnya.
Suryanto berharap, ada perhatian lebih dari pemerintah daerah mengenai penataan kawasan taman kota. Lantaran bisa memulihkan ekonomi pedagang di sekitarnya.
"Dulu itu mau ada perbaikan katanya. Tapi tidak tahu sampai sekarang kok masih begini," ucapnya.
Perasaan kecewa mengenai kondisi taman kota di Temanggung turut dirasakan Nugroho, 32, warga Purworejo, Temanggung.
Menurutnya, sejumlah taman di Kota Tembakau ini kurang representatif dan terkesan mangkrak. Selain Taman Kartini, terdapat Taman Kali Progo yang kurang penerangan lampu dan rawan tindakan asusila.
"Yang bagus itu Taman Bambu Runcing di Parakan. Cukup representatif untuk rekreasi keluarga. Terus ada Taman Gumuk Lintang yang terkesan nggak diurus dan kotor," ujar Nugroho saat menemani anaknya bermain di Taman Kartini.
Nugroho berharap, taman-taman di Kabupaten Temanggung bisa ditata lebih baik. Sehingga, menjadi jujugan pertama untuk rekreasi keluarga.
"Semoga taman-taman bisa dihidupkan kembali sebagai tempat rekreasi keluarga di Kabupaten Temanggung. Biar daerah sendiri juga ramai dan nggak harus keluar ke Magelang atau Wonosobo," harapnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo