RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Momen Jateng Bersholawat dipenuhi suasana khidmat dan kekeluargaan di Alun-alun Temanggung, Kamis (3/7/2025) malam.
Di tengah acara, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin tiba-tiba ndulang (menyuapi) Bupati Temanggung Agus Setyawan. Sikap Wagub Jateng tersebut sontak mendapat sambutan hangat dari kepala daerah Kota Tembakau ini.
Rupanya, hal itu dilakukan lantaran Gus Yasin usai berulang tahun pada 2 Juli kemarin. Lantunan selawat Mabruk Alfa Mabruk pun menggema, dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
"Ternyata yang baru saja ulang tahun bukan hanya Bhayangkara. Namun Gus Yasin juga baru berulang tahun 2 Juli kemarin," ungkap Habib Syech kepada ribuan jamaah Jateng Bersholawat.
Gus Yasin juga ndulang Habib Syech di hadapan ribuan jamaah. Selain itu, memberikan tumpeng kepada Kapolres Temanggung AKBP Rully Thomas. Dalam acara ini, Habib Syech berpesan, agar pemimpin di Jawa Tengah dapat sukses membawa daerahnya menuju ke arah yang lebih baik.
“Semoga sukses memimpin Temanggung ke depan. Lebih baik dan insya Allah lebih maju, amin,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Gus Yasin menyebut, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang berbenah. T
erlebih di tengah situasi ekonomi global yang dirasa kurang baik-baik saja. Ia meminta agar kepala daerah berupaya menguatkan sistem ketahanan pangan dan ekonomi.
“Kami meminta para kepala daerah agar tidak mengalihfungsikan lagi lahan-lahan pertanian karena seluruh masyarakat butuh suplai makanan. Kita kurangi impor, kita dorong pertanian mandiri kita. Mari kita bangun pertanian untuk ketahanan pangan,” pintanya.
Taj Yasin juga meminta seluruh elemen masyarakat dapat menghindari berbagai gesekan dalam bentuk dan antar siapapun. Termasuk perbedaan pilihan politik.
"Utamakan gotong-royong agar hidup semakin selaras,” pesannya.
Bupati Agus Setyawan berharap, Jawa Tengah Bersholawat ini memberikan berkah bagi seluruh masyarakat di Provinsi Jawa Tengah pada umumnya, dan Kabupaten Temanggung, khususnya.
Ia meminta agar seluruh harga panen hasil bumi bisa lebih baik. Sehingga para petani mendapatkan selisih harga dan menjual panenan seperti yang diharapkan.
“Kami sebagai masyarakat tentu saja masih butuh pendampingan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Apalagi, sebentar lagi para petani akan memasuki masa panen tembakau.
Semoga seluruh harga panen hasil bumi nantinya baik, sehingga para petani mendapatkan selisih harga menjual panenan seperti yang diharapkan,” ujarnya. (dev/lis)