RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melibatkan warga di lima kabupaten untuk mengelola 8.000 hektare kebun kopi. Hal ini menjadi upaya meningkatkan produktivitas kopi dalam negeri dan kesejahteraan petani.
Administrator KPH Kedu Utara, Maria Endah Ambarwati menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan para petani di sejumlah daerah kawasan hutan wilayah Perum Perhutani Kedu Utara.
Di antaranya kawasan hutan di wilayah Kabupaten Temanggung, Kendal, Wonosobo, Semarang, dan Kabupaten Magelang.
Kerja sama tersebut menjadi komitmen Perhutani dalam meningkatkan produktivitas kopi dalam negeri. Sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi.
"Ini upaya agar produktivitas kopi dalam negeri bisa meningkat. Termasuk menjaga kelestarian hutan juga," jelasnya, Senin (30/6/2025).
Kerja sama Perhutani dengan masyarakat berupa pemanfaatan lahan hutan untuk menanam kopi di bawah tegakan.
Sehingga, terdapat kombinasi antara pohon hutan dengan tanaman kopi. Kerja sama dilakukan dengan model bagi hasil. Persentasenya 30 persen untuk Perhutani dan 70 persen hasil panen untuk petani penggarap lahan.
"Dengan kerja sama ini semoga kelestarian juga terjaga," ujarnya.
Ambar menyebut, wilayah kebun kopi paling luas berada di Kabupaten Temanggung yakni 4.000 hektare.
Selain itu, kopi yang ditanam di Temanggung merupakan jenis baru dan terkenal. Seperti kopi robusta, arabika, hingga yellow cattura.
"Saat ini sedang pengembangan kopi jenis yellow cattura yang berasal dari Brazil. Kopi ini kulitnya berwarna kuning kuning saat matang dan menjadi varietas langka," katanya.
Baca Juga: Harga Jual Tinggi, Petani Kopi Temanggung Diminta Jaga Kualitas, Tidak Asal Petik
Adapun daerah di Temanggung yang sudah menanam kopi jenis ini, salah satunya di Dusun Jumprit, Desa Tegalrejo, Ngadirejo. "Ini sudah bagus untuk jenis yellow cattura. Karena varietas langka dan harganya mahal," tambah Ambar. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo