RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Liburan seringkali dimanfaatkan untuk mendaki gunung. Untuk mencegah kejadian tak diinginkan, BPBD berkolaborasi dengan pengurus basecamp memperketat pemantauan terhadap para pendaki yang melewati jalur Temanggung.
Selain itu, menyiapkan tim khusus manakala terdapat pendaki yang mengalami kesulitan atau kondisi darurat sehingga perlu evakuasi.
"Utamanya pada hari-hari yang ramai seperti Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jadi selalu kami monitor jumlah pendaki itu berapa di hari-hari tersebut," ujar Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, Jumat (27/6/2025).
Totok menjelaskan, musim liburan sekolah menjadi waktu yang kerap digunakan masyarakat untuk mengisi waktu luang dengan mendaki.
Termasuk melakukan pendakian di Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prau.
Makanya, pengawasan ketat terhadap kesiapan fisik pendaki serta logistik yang dibawa harus dilakukan. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Biasanya teman-teman basecamp mengecek perbekalan apa saja yang dibawa pendaki. Juga perlengkapan keamanan diri. Kalau tidak sesuai, tidak boleh naik gunung," tegasnya.
Totok meminta, agar para pendaki turut menjaga kelestarian alam. Selain itu, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama berada di gunung.
“Kalau informasi dari sejumlah pengelola jalur pendakian di Temanggung, memang ada peningkatan signifikan jumlah pendaki. Termasuk di Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau," tambahnya.
Terpisah, Ketua Basecamp Grasindo Temanggung, Ryan Indra Prayuda mengatakan, terdapat batasan pendaki yang diperbolehkan naik Gunung Sindoro via Kledung yang menjadi wilayah kewenangan pengelola Basecamp Grasindo. Yakni per hari dibatasi hingga 1.500 pendaki.
Kemudian, lama pendakian maksimal 12 jam. Para pendaki harus menaati prosedur yang berlaku di basecamp. Adapun jadwal registrasi pendakian camp dari pukul 07.30-18.00.
Pendakian tektok registrasi pukul 21.00-24.00 dengan start pendakian 00.00-02.00 (pendakian maksimal 12 jam)
"Kalau musim liburan rata-rata ada 100 pendaki per hari. Kami juga koordinasi terus dengan BPBD manakala ada pendaki yang terpaksa harus dievakuasi," jelasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo