RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Puluhan SD di Kabupaten Temanggung kekurangan murid pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Bahkan, terdapat sekolah di tengah kota yang hanya mendapat satu murid. Ada 32 SD yang mendapat murid kurang dari 5 anak pada tahun ajaran 2025/2026 ini. Itu tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Temanggung.
Sekolah-sekolah yang mendapat 5 murid di antaranya SD Negeri Kemuning Kecamatan Bejen, SDN 2 Lempuyang, SDN Mentisari, SDN 3 Gemawang, SDN Tleter, SDN 2 Ngemplak, SDN 2 Kranggan, dan SDN 2 Jampirejo.
Sekolah yang mendapat 4 murid di antaranya SDN Mranggen Tengah, SDN Tanurejo, SDN Malangsari-Bulu, SDN 2 Kalimanggis, SDN Tegalroso, SDN 2 Karangwuri-Pringsurat, SDN 2 Bendungan-Tretep, SDN 1 Greges, dan SDN 2 Greges-Tembarak.
Lalu sekolah yang dapat 3 murid seperti SDN 2 Menggoro, SDN Temanggung I, SDN Pagergunung, SDN Gowak, SDN 1 Klepu, dan SDN Bagusan-Parakan. Adapun sekolah yang mendapat 2 siswa di antaranya SDN Kemiriombo, SDN Karangseneng, SDN Padureso-Jumo, dan SDN 2 Mungseng.
"Lalu sekolah yang cuma dapat satu siswa itu SDN Pengilon di Kecamatan Bulu dan SDN Butuh di Temanggung Kota," kata Manager SPMB Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Temanggung, Isro Hendrar Saputra, Rabu (25/6/2925).
Isro mengatakan, penyebab minimnya pendaftar ke sekolah-sekolah negeri tersebut masih ada stigma sekolah favorit di kalangan masyarakat. Selain itu, orang tua siswa ada yang ingin anaknya belajar di sekolah swasta berbasis keagamaan.
Dari jumlah 408 SD negeri di Kabupaten Temanggung, sebanyak 6.424 anak diterima dari jumlah total 12.486 kuota pendaftaran.
"Dari total 408 sekolah dasar negeri di Temanggung, semuanya ada pendaftarnya. Meski ada yang satu pendaftar, dua pendaftar dan lainnya. Namun sisa kuota pendaftaran masih 6.062 anak," katanya.
Minimnya pendaftar di sekolah-sekolah tersebut berlangsung setiap tahun. Dindikpora Temanggung berupaya agar pelaksanaan pembelajaran tetap maksimal.
"Meski cuma satu siswa, pembelajaran harus sebagaimana mestinya. Cuma nanti belum tahu, apakah ada penggabungan atau bagaimana kebijakannya," jelas Hendrar.
Mengenai wacana regrouping SD, Hendrar menyebut, masih dalam pengkajian. Itu karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Termasuk penempatan guru sebagai pengajar.
"Kalau tiba-tiba regrouping belum tentu gurunya mau ditempatkan di sana maupun di sini. Jadi masih banyak pertimbangan," tambah Hendrar.
Terpisah, Bupati Temanggung Agus Setyawan akan melakukan evaluasi dengan Dindikpora mengenai sekolah yang mendapat siswa kurang dari 5 anak. Menurutnya, orang tua siswa pasti akan memilih sekolah terbaik untuk anaknya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo