RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Daya tampung rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Temanggung mencapai 12 pasien di masing-masing lokasi.
Program kolaborasi dengan Baznas Temanggung ini bisa diakses masyarakat yang butuh tempat tinggal saat berobat ke Jogjakarta maupun Semarang.
Lokasi rumah singgah berada di Jalan Plemburan Nomor 22A Ngaglik, Sleman, Jogjakarta, dan Jalan Tengger I, Gajah Mungkur, Kota Semarang.
"Yang di Jogja ada 3 kamar tidur. Namun tempatnya luas, bisa menampung hingga 8 sampai 12 pasien," kata Ketua Baznas Temanggung, Mansur Asnawi, usai peresmian rumah singgah di Yogyakarta, Rabu (25/6/2025).
Mansur mengatakan, prosedur tinggal di rumah singgah sangat mudah. Warga Temanggung bisa menghubungi penjaga rumah dan menunjukkan surat rujukan dari faskes Kabupaten Temanggung.
Selain itu, tersedia ambulans yang siap siaga di rumah singgah untuk memfasilitasi pasien ke rumah sakit.
"Di masing-masing rumah singgah ada satu ambulans yang siap siaga. Jadi warga yang singgah tidak perlu khawatir," ujarnya.
Bupati Temanggung Agus Setyawan, mengatakan, lama tinggal di rumah singgah tidak dibatasi karena berkaitan dengan kesehatan dan kemanusiaan. Selain itu, mahasiswa atau pelajar bisa mengakses fasilitas ini untuk tempat tinggal sementara.
"Mahasiswa atau pelajar bisa singgah dulu di sini jika belum mendapat tempat tinggal. Dan ke depan akan kami lengkapi fasilitasnya termasuk tempat tidur dan lainnya," jelasnya.
Agus menambahkan, fasilitas ini dapat terealisasi atas kolaborasi stakeholder. Dia berharap, ke depan Pemkab Temanggung bisa memiliki rumah singgah sendiri tanpa sewa.
"Ya kami harap bisa memiliki rumah singgah sendiri. Karena yang sekarang masih sewa," tambahnya.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Temanggung, Riyadi Kaunaen, mengapresiasi program kolaborasi untuk kemudahan akses kesehatan bagi warga Temanggung.
Fasilitas ini diharapkan bisa meringankan dan membantu masyarakat yang memiliki kepentingan mendesak di Jogjakarta maupun Semarang.
"Misal ada urusan berobat, mendaftar kuliah, bisa singgah di rumah ini agar tidak bolak-balik Temanggung. Dan tentunya akan ada evaluasi berkala karena ini menyangkut kepentingan masyarakat," ujarnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo