RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung terus menggencarkan program Spelling (dokter spesialis keliling) yang menjadi inisiatif pelayanan kesehatan jemput bola yang digagas gubernur Jawa Tengah.
Terdapat 61 desa yang menjadi lokus program Spelling di Kabupaten Temanggung. Dalam peluncurannya di Desa Malangsari, Kecamatan Bulu, berhasil melayani hingga 115 warga.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi menjelaskan, program tersebut baru dilaksanakan di Temanggung pada Juni ini.
Nantinya terdapat dokter spesialis yang memberikan edukasi ke masyarakat desa.
"Ada 61 desa di Kabupaten Temanggung yang menjadi sasaran program Spelling. Untuk teknisnya, dokter spesialis itu dari sejumlah rumah sakit yang ditunjuk oleh provinsi," jelasnya Selasa (17/6/2026).
Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung, dr. Achirudin Timora mengatakan, ada 3 dokter spesialis dari rumah sakitnya dalam program Spelling ini.
Terdiri dari dokter spesialis obgyn, penyakit dalam, dan spesialis anak.
Para dokter turut memberikan edukasi serta pemeriksaan kepada masyarakat. Manakala terdapat kasus-kasus yang perlu ditindaklanjuti maka diberikan rujukan ke rumah sakit.
"Jadwal dokter yang bertugas ke desa ini ada pembagian tugasnya. Untuk program pemeriksaan Spelling gratis, karena lebih ke edukasi terkait kesehatan dan penanganan tingkat lanjut mendapat rujukan ke rumah sakit," ujarnya.
Sementara Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap, program ini membantu kemudahan masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan. Utamanya untuk warga yang jauh dari fasilitas kesehatan.
Menurutnya, program ini terobosan yang baik. Lantaran terjalin kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa.
"Desa yang dipilih ikut program memang yang jauh dari pusat kesehatan. Karena ini memudahkan warga mendapat layanan kesehatan. Dan rutinitasnya nanti ditangani oleh dokter spesialis," tambah Agus.
Pemantauan program Spelling di Desa Malangsari, Kecamatan Bulu, berjalan dengan baik. Antusiasme masyarakat cukup tinggi.
"Ini sangat baik. Karena menambah imun masyarakat terlebih ada layanan kesehatan yang lebih dekat," tandas Agus. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo