Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Cuaca Ekstrem Rugikan Petani Tembakau Temanggung, Pertumbuhn Tanaman Terhambat

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 17 Juni 2025 | 02:46 WIB
Petani di lereng Gunung Sumbing tampak merawat tanaman tembakau.
Petani di lereng Gunung Sumbing tampak merawat tanaman tembakau.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Petani tembakau di Temanggung tengah dipusingkan dengan kondisi cuaca ekstrem pada Mei hingga awal Juni.

Hal itu berpengaruh pada lambatnya pertumbuhan tanaman tembakau. Diharapkan kemarau akan lebih panjang agar tanaman tembakau bisa tumbuh maksimal.

Seperti diakui Ahmad, 43, salah satu petani di lereng Gunung Sumbing.

"Tanaman tembakau di lereng gunung saat ini tidak tumbuh dengan baik. Karena masih sering terjadi hujan. Kalau awal tanam ya butuh air, tapi sekarang sudah tidak banyak butuh banyak air," akunya. 

Dikatakan, bulan Mei dan Juni ini masih terjadi hujan. Bahkan kadang terjadi hujan ekstrem yang sebenarnya justru menghambat pertumbuhan tanaman. 

"Penanaman tembakau di daerah lereng Gunung Sumbing sisi tenggara dan timur mulai sekitar Maret - April. Biasanya diawali dengan ritual among tebal, yakni berdoa pada Tuhan yang Maha Esa agar tanaman bisa tumbuh dengan baik," tambah Ahmad.

Sementara Bandel Sukoyo, Kades Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, mengatakan, cuaca ekstrem terjadi pada Mei dan Juni ini. Kondisi itu bagi petani tembakau dianggap kurang bersahabat. 

"Sebab tanaman tembakau di ladang yang berada di lereng Gunung Sumbing sudah tidak butuh banyak air. Tanaman yang terlalu banyak diguyur hujan bisa rusak, terutama pada bagian akar," ujarnya.

Selain itu, curah hujan tinggi juga berpengaruh pada daun tembakau. Harapannya, sudah mulai musim kemarau dan tidak ada lagi cuaca ekstrem kembali.

Dikatakan, tanaman tembakau adalah penghidupan bagi warga petani di Daerah Legoksari. Petani sudah mencoba menanam berbagai komoditas tanaman nontembakau di musim kemarau, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. 

"Karena kultur tanah di daerah tersebut tidak bisa menyimpan air. Rupanya hanya tanaman tembakau yang bisa bertahan dan menghasilkan di musim kemarau.

Maka, tembakau menjadi tumpuan dan harapan yang selama ini menyejahterakan masyarakat," kata Bandel Sukoyo.

Terkait kondisi terkini tanaman tembakau di ladang, lanjut Bandel Sukoyo, tanaman sudah berketinggian sentimeter. Serta ada yang tingginya hampir satu meter. 

"Harapannya bisa segera kemarau. Sehingga tanaman tembakau pertumbuhannya cepat," tandasnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#pertumbuhan #kemarau panjang #rugi #cuaca ekstrem #Terhambat #tembakau Temanggung