RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung mengalokasikan dana Rp 600 juta untuk program pelatihan keterampilan berbasis kompetensi dan produktivitas.
Program pelatihan tersebut diperuntukan bagi anak maupun keluarga dari petani atau buruh tembakau di Kabupaten Temanggung.
"Namun pada prinsipnya harus ada surat keterangan dari desa bahwa anak atau keluarga tersebut memang dari keluarga petani maupun buruh tembakau di Kabupaten Temanggung," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptiningsih saat ditemui di kantornya Rabu (11/6/2025).
Tahun ini, ada 9 program pelatihan. Di antaranya pelatihan menjahit, perbengkelan, pengelasan, pelatihan barista, potong rambut, hingga pelatihan pembuatan kue maupun roti kering. Namun, kuota peserta setiap program pelatihan hanya 16 orang.
"Artinya tahun ini ada sebanyak 144 peserta yang akan mengikuti program latihan kerja tersebut. Program ini dimulai bulan Juli 2025. Saat ini masih proses pendaftaran," jelasnya.
Endang mengatakan, peserta program pelatihan ini diperuntukan bagi anak maupun keluarga dari petani tembakau dan buruh tembakau.
Program pelatihan ini mempersiapkan tenaga kerja untuk bisa menjadi wirausaha maupun pekerja melalui peningkatan keterampilan.
"Jadi pelatihan ini merupakan pelatihan berbasis kompetensi. Ada jam pelatihannya sebanyak 180 jam dan dilaksanakan 22 hari atau kurang lebih sebulan," katanya.
Endang berharap, pelatihan ini bisa menjadi bekal keterampilan para peserta. Utamanya daam pengembangan kemampuan bagi para pencari kerja.
"Sehingga mereka bisa bersaing di dunia pasar kerja. Karena pekerjaan saat ini butuh skill semua," harapnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo