RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Temanggung bertambah. Hal itu untuk menjangkau lebih banyak siswa serta menyukseskan program nasional.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0706/ Temanggung, Kapten Cba Muhabib menjelaskan, ada 4 dapur baru untuk program MBG yang resmi beroperasi di Kabupaten Temanggung.
Berada di Pingit Pringsurat, dapur mitra mandiri Giyanti Temanggung II, dan Campursari Bulu.
"Total yang sudah beroperasi ada 6 dapur. Satu dapur dari Kodim di wilyah Sroyo, lalu dapur mitra mandiri yang sudah beroperasi sebelumnya. Dan sekarang tambah 4 dapur lagi dari mitra mandiri," jelasnya saat ditemui Selasa (10/6/2025).
Saat ini sudah ada 14.098 siswa di Kabupaten Temanggung yang mendapat MBG. Angka itu belum mencukupi dari total keseluruhan sebanyak 156.000 siswa.
"Yang sudah dapat MBG dari BGN ada 14.098 siswa. Jadi masih banyak siswa yang belum mendapat. Untuk pesantren saja mencapai 167.000 santri di wilayah Temanggung," lanjut Muhabib.
Empat dapur baru ini mulai melakukan uji coba MBG sejak 10-13 Juni 2025. Salah satu lokasi uji coba berada di SMP Negeri 6 Temanggung.
Di sana, ada 761 siswa yang mendapat makan bergizi gratis. Namun, hanya siswa kelas 7 dan kelas 8 yang mendapatkan menu berupa nasi beserta lauknya.
"Karena siswa kelas 9 kan sudah lulus. Jadi mereka dapat keringan berupa snack, biskuit, buah, dan ada susu juga," kata Wakahumas SMP N 6 Temanggung, Yayuk Masriyah.
Dikatakan, siswa kelas 9 harus datang ke sekolah untuk mendapat MBG. Setelah itu siswa bisa kembali ke rumah masing-masing.
"Jadi siswa harus datang ke sekolah untuk mendapatkan haknya (MBG). Lalu bisa pulang. Uji coba berlangsung sampai hari Jumat (13/6/2025). Untuk seterusnya belum ada jadwal karena ini masih uji coba," katanya.
Pantauan di SMPN 6 Temanggung, siswa-siswi tampak lahap menyantap menu MBG. Kali ini ada buah jeruk, nasi dan sayuran, ayam dibalut tepung, serta susu.
"Makanannya enak. Nasinya tidak keras. Saya suka," aku Muhammad Rhizky, siswa kelas 7. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo