RADARMAGELANG.ID, Temanggung-Total kerugian akibat kejadian bencana di Kabupaten Temanggung hingga Mei 2025 mencapai Rp 3,1 miliar.
Nilai itu cukup tinggi lantaran sepanjang 2025 terjadi 212 kejadian bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, hingga Mei 2025 total kejadian bencana mencapai 212 peristiwa. Terdiri dari 195 kejadian dan 17 bencana.
Dari jumlah itu juga ada 2.038 warga yang terdampak. Bahkan, ada juga warga yang sempat mengungsi itu sebanyak 27 orang.
Kemudian ada tiga orang meninggal dunia. Selain itu, dari total kejadian nilai kerugian mencapai Rp 3,1 miliar.
"Nilai kerusakan kejadian mencapai Rp 2,1 miliar dan kerusakan bencana sebanyak Rp 1 miliar," katanya.
Totok menyebut, bencana di Temanggung masih didominasi oleh tanah longsor hingga banjir.
Maka, ia meminta masyarakat untuk terus waspada manakala ada potensi bencana.
Mengingat cuaca ekstrem ini menjadi pemicu kejadian bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin dan tanah longsor.
"Bencana yang mendominasi di Temanggung itu longsor dan banjir," ujarnya.
Dikatakan, dalam musim peralihan ini wilayah Kecamatan Temanggung memiliki potensi rawan banjir. Itu karena drainase di lingkungan tersebut belum maksimal.
"Wilayah Kecamatan Temanggung untuk saat ini rawan banjir. Karena drainase belum maksimal dan jalan aliran air hujan kerap tersumbat sampah," katanya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo