RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Nasib tragis dialami Syafi Ali, warga Dusun Jetis, Desa Pengilon, Kecamatan Bulu, Temanggung.
Bocah 9 tahun itu meninggal terseret banjir aliran Sungai Bulu sejauh 2,4 kilometer. Korban merupakan anak kedua dari pasangan Trimo dan Sunartin.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu sore (7/5/2025). Kejadian bermula saat lima anak tengah asyik bermain dan berenang di aliran Sungai Bulu wilayah Desa Pengilon.
Tiba-tiba, anak-anak tersebut dikejutkan datangnya aliran banjir dari hulu.
Melihat air sungai yang tiba-tiba meluap, kelima anak tersebut berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke tepi sungai. Namun, satu dari mereka bernama Syafi Ali, terseret arus deras.
Meski sempat ditangkap oleh rekannya bernama Agam, namun gagal.
Karena derasnya arus membuat Agam tidak kuat menahan Syafi Ali yang akhirnya hanyut terbawa aliran air.
Kejadian ini dibenarkan Kalak BPBD Temanggung Totok Nursetyanto.
"Iya benar. Awalnya kami mendapat laporan adanya pemancing yang hanyut terbawa banjir di Sungai Bulu.
Namun setelah ke lokasi, ternyata bocah yang sedang renang hanyut terbawa banjir," kata Totok saat dikonfirmasi.
BPBD Temanggung bersama personel SAR gabungan melakukan upaya pencarian korban.
Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan pada pukul 16.00. Yakni di titik koordinat -7.286541, 110.130452, atau sekitar 2,4 kilometer dari lokasi awal korban terseret arus.
"Korban ditemukan di bawah Jembatan Menayu, dalam kondisi meninggal," ujar Totok.
Jenazah korban diperiksa tim medis dari Puskesmas Bulu dan tim Inafis Polres Temanggung. "Jenazah dikebumikan Kamis (8/5/2025) pagi di pemakaman desa setempat," ujar Totok.
Totok menghimbau, agar masyarakat khususnya anak-anak dan orang tua lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir bandang secara tiba-tiba.
Ia mengingatkan, untuk menghindari aktivitas di sungai selama musim hujan demi keselamatan bersama.
"Meskipun cuaca terlihat cerah di bawah, bisa jadi di bagian hulu sedang terjadi hujan deras yang dapat memicu banjir sewaktu-waktu," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo