RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sebanyak 366 kelompok tani (poktan) menerima bantuan pupuk tembakau, Rabu (16/4/2025).
Diharapkan, bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas tanaman tembakau dan mengurangi biaya produksi petani.
Bantuan pupuk tembakau ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025.
Terdiri dari 519.000 kilogram pupuk NPK rendah klorin dan 207.600 kilogram pupuk ZA.
"Setiap kelompok tani menerima 1,4 ton pupuk rendah klorin dan 567 kilogram pupuk ZA," kata Mugiono, 57, perwakilan kelompok tani Desa Tlilir, Tlogomulyo.
Mugiono melanjutkan, pupuk yang diterima kelompok tani nantinya dibagikan kepada para petani tembakau.
"Kalau kelompok tani Desa Tlilir ada 40 anggota. Jadi jumlah yang diterima itu dibagi ke petani tembakau," lanjutnya.
Sementara Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, penyaluran bantuan pupuk tembakau untuk mengurangi biaya produksi bagi para petani.
Selain itu, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas tembakau. Pasalnya, tembakau masih menjadi komoditas andalan di Temanggung.
"Ini salah satu usaha kita untuk menurunkan harga pokok produksi.
Sumber dana berasal dari DBHCHT yang alokasinya sekitar 20 persen dari total Rp 61 miliar," katanya di Balai Desa Tlilir.
Agus menambahkan, alokasi untuk pertanian dari DBHCHT sekitar Rp 9,3 miliar.
Adapun penerima bantuan pupuk sebanyak 366 kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Temanggung. Penyaluran bantuan ini secara bertahap.
"Kami prioritaskan untuk petani tembakau. Dari jumlahnya memang kurang.
Tapi kami upayakan nantinya lewat bantuan provinsi juga agar produktivitas tembakau di Temanggung bisa maksimal," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo