Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bupati Agus Setyawan Minta Dukungan agar Jaranan Margowati Temanggung Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 7 April 2025 | 03:39 WIB
Kesenian jaranan Margowati Temanggung diusulkan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.
Kesenian jaranan Margowati Temanggung diusulkan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung mendukung kesenian jaranan Margowati Temanggung sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) UNESCO. Hal itu agar kesenian tersebut semakin mendunia.

Kesenian jaranan Margowati Temanggung tengah proses pengajuan ke UNESCO. Itu disampaikan Bupati Temanggung Agus Setyawan dalam acara Pergelaran Seni Budaya Dusun Libak, Desa Klepu, Kecamatan Kranggan, kemarin.

"Saat ini masih dalam tahap verifikasi oleh UNESCO. Mari kita dukung dan doakan bersama-sama agar segera menjadi warisan budaya tak benda milik Indonesia," kata Bupati  Agus Setyawan.

 

Agus mengatakan, masyarakat Temanggung harus mendukung budaya dan kesenian. Sehingga, kebudayaan tersebut tidak diklaim negara lain seperti kasus Reog Ponorogo.

Agus menegaskan, menjaga kelestarian seni dan budaya menjadi salah satu cara untuk menjaga kerukunan antarwarga. 

"Seni budaya adalah warisan adiluhung yang harus dijaga. Lewat media seni, insya Allah kerukunan akan senantiasa terjaga. Karena di situlah seluruh perbedaan akan berbaur menjadi satu," tegasnya.

Sementara Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Temanggung, Lukman Sutopo mengatakan, jaranan Mergowati Temanggung termasuk ke dalam salah satu varian seni yang tengah diajukan sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia kepada pihak UNESCO.

"Pengajuan ini bersamaan dengan kesenian sejenis dari daerah lain. Termasuk teater Mak Yong dan makanan tempe," ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan Serat Centini, jaranan Mergowati berasal dari Desa Mergowati, Kecamatan Kedu.

Zaman dahulu di wilayah tersebut menjadi pusat penangkaran kuda terbaik yang diperuntukkan bagi pada kstaria dan raja di era Kerajaan Mataram.

"Dari situ kuncul hipotesis, Mergowati punya peran besar yang merepresentasikan lokasi berkembangan seni tarian rakyat.

Apalagi di Temanggung ada sekitar 900 kelompok seni yang sudah tercatat di dinas setempat dan eksis hingga sekarang," tambah Lukman. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#Bupati Temanggung Agus Setyawan #warisan budaya tak benda #Jaranan margowati