RADARMAGELANG.ID, Temanggung -Distribusi gas LPG atau gas melon di Kabupaten Temanggung mengalami gangguan cuaca buruk.
Alhasil, kapal pengangkut yang bersandar di pelabuhan terhambat dalam menyalurkan LPG ke masyarakat Temanggung.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardoyo menjelaskan, cuaca buruk menjadi kendala dalam pendistribusian gas melon bersubsidi ke masyarakat.
Sehingga, banyak masyarakat mengeluh lantaran menganggap ketersediaan gas melon langka di pasaran.
"Padahal tidak hanya Temanggung. Banyak daerah mengalami hal serupa karena kapal pengangkut gas elpiji ini terhambat oleh gangguan cuaca," jelasnya.
Entargo menyebut, saat ini pengecer LPG di Kabupaten Temanggung sudah berjualan sebagaimana mestinya. Bahkan kondisinya mulai membaik dari waktu lalu terkait pembatasan LPG.
Pangkalan dan pengecer, lanjut Entargo, masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama bagi pelanggan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi prioritas.
"Kalau gas nonsubsidi malah tersedia dengan jumlah cukup. Tapi mayoritas warga yang mampu kan memilih gas melon. Jadi itu juga menyebabkan pasokan LPG subsidi menjadi lebih terbatas," lanjutnya.
Pemkab Temanggung meminta Pertamina menambah pasokan LPG subsidi di Kabupaten Temanggung. Yakni dengan alokasi lebih dari 900 ribu tabung LPG 3 kg untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.
"Ini diharapkan kelangkaan LPG subsidi bisa segera teratasi. Dan masyarakat tidak perlu panik karena kebutuhan gas sudah terpenuhi," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo