RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Jalan nasional penghubung Kabupaten Temanggung dan Wonosobo tergerus longsor.
Jalan tersebut dekat dengan aliran Sungai Galeh di Parakan. Tanah di lokasi tersebut kerap terkikis banjir dari sungai. Sehingga, lambat laun tanah ambrol dan longsor.
"Ya seperti di Jalan Raya Parakan-Wonosobo Desa Caturanom ini. Sudah tergerus longsor tebing jalannya karena terkikis banjir dari sungai," kata Priyono, warga Desa Caturanom.
Priyono mengaku was-was manakala hujan deras mengguyur. Lantaran debit air sungai akan naik. Lalu kembali mengikis tebing tanah di sisi jalan nasional Jalan Raya Parakan-Wonosobo. "Khawatir kalau kembali longsor, jalan ini juga bakal ambrol," akunya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto menjelaskan, pada Senin (27/1/2025) tanah longsor terjadi di sisi jalan nasional Jalan Raya Parakan-Wonosobo. Tepatnya di Desa Caturanom, Kecamatan Parakan dengan titik koordinat -7.300208,110.074710.
"Penyebab longsornya memang dari banjir di Sungai Galeh. Itu mengikis tebing tanah dan membuat longsor," jelasnya.
Totok melanjutkan, peristiwa longsor di titik tersebut sudah ketiga kalinya. Adapun jarak longsoran sampai ke jalan raya sekitar 4 meter.
"Lalu panjang longsoran sekitar 30 meter. Jadi cukup besar. Lahan yang longsor ini merupakan tanah milik warga Caturanom," lanjutnya.
Meski begitu, Totok mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas. Pihaknya juga berkoordinasi dengan BBWS setempat untuk melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah pusat.
"Semoga longsornya tidak semakin melebar. Masyarakat harus berhati-hati saat beraktivitas," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo