RADARMAGELANG.ID, Temanggung -Program makan bergizi gratis (MBG) mulai diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Temanggung sejak, Senin (13/1/2025). Hal tersebut berdampak pada pedagang kantin sekolah yang mengeluhkan turunnya omset.
Seperti dirasakan Saroya, 55, pedagang di kantin SMPN 2 Temanggung. Ia mengaku omsetnya turun sejak penerapan program MBG. Pasalnya, siswa mendapatkan makan siang. Serta tidak lagi jajan di kantin sekolah.
“Ya kalau siang, siswa tidak lagi beli makan di kantin. Paling cuma jajanan ringan saja. Itu bikin omset turun,” akunya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Ia mengatakan senang dengan program MBG dari pemerintah pusat ini. Hanya saja, ia ingin dilibatkan dalam menyediakan makanan untuk siswa sekolah. Sehingga, tetap bisa berjualan dan mendapat pemasukan seperti sedia kala.
Sejak program MBG diterapkan ia terpaksa mengurangi jumlah makanan yang dijual. Biasanya, dalam satu hari bisa menghabiskan hingga 5 kilogram beras kini hanya 2 kilogram.
“Terpaksa mengurangi jumlah yang dijual. Karena siswa cuma jajan pada istarahat pertama. Lalu istirahat kedua mendapat makan gratis itu,” bebernya.
Pantauan wartawan koran ini, kantin di SMPN 2 Temanggung tampak sepi saat jam istirahat siang. Melihat kondisi ini, Kepala SMP Negeri 2 Temanggung Pasir mengatakan, kantin sekolah tetap buka seperti biasanya.
Hanya saja mendapat satu kesempatan melayani siswa. Yakni saat istirahat pagi. “Kantin tetap beroperasi. Cuma tidak seperti biasanya,” katanya.
Menurutnya dilema pedagang kantin sekolah mulai terasa semenjak program MBG diterapkan. Ke depan, ia akan berkoordinasi untuk menemukan solusi tepat agar pedagang di kantin sekolah tetap berjualan.
“Kami koordinasikan. Bagaimana solusi enaknya untuk mendukung program ini serta tidak memberatkan yang lainnya,” tambah Pasir.
Program MBG di Temanggung berjalan sejak Senin (13/1). Ada 17 lembaga pendidikan yang mendapatkan program ini. Menyasar kelompok bermain, TK, SD, hingga SMP. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo