RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Harga cabai di salah satu petani Kabupaten Temanggung turun cukup signifikan.
Padahal produksi cabai di wilayah setempat mengalami penurunan karena musim kemarau.
Petani cabai Dusun Tegaltemu, Desa Manding, Supardi mengatakan, sekarang harga cabai merosot. Bahkan cabai untir hanya Rp 9 ribu per kg dan HC Rp 7 ribu per kg.
Sebelumnya harga Rp 20 ribu ke atas.
Selain itu, harga cabai sret sekarang Rp 24 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu lebih per kg.
Harga ini membuat petani tidak mendapat keuntungan.
Dia memperkirakan, harga cabai turun karena daerah pesisir sedang panen raya.
"Kemungkinan cabai akan naik lagi pada Desember 2024 atau Januari 2025. Kalau naik mungkin bisa Rp 50 ribu ke atas untuk jenis sret," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (29/10/2024).
Sedangkan untuk jenis untir bisa naik sampai sekisar Rp 30 ribuan per kg.
Supardi menyampaikan, tanaman cabai jenis untir saat ini terkendala lalat buah dan ulat.
Karena dapat mengakibatkan cabai menjadi berlubang-lubang.
Sehingga hasil panen banyak yang dibuang.
Produksi cabai petani di wilayah Kecamatan Temanggung sedikit atau gagal panen.
Karena musim kemarau tidak ada air.
"Produksi turun bisa sampai 60 persen," ujarnya.
Lahan cabai miliknya nampak mengering meskipun di sebagian lahan dialiri air.
Hal ini untuk menjaga agar cabai tetap bertumbuh dengan baik. (din/aro)
Editor : H. Arif Riyanto