RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Peserta upacara Hari Sumpah Pemuda di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung mengenakan pakaian adat.
Kepala Sub Komunikasi Pimpinan Bagian Prokompim Setda Temanggung M. Dzulfikar Dzulkarnain mengatakan Indonesia terdiri atas banyak suku.
Dengan adanya sumpah pemuda ini, beragam suku di Indonesia memiliki satu tujuan. Para pimpinan menggunakan baju adat Jawa karena ingin menunjukkan bahwa mereka asli orang Jawa.
"Peserta dari SMA 1 dan 2 Temanggung, serta pramuka memakai beragam baju adat untuk menunjukkan keanekaragaman budaya supaya saling mengenal. Antara lain Bali, Madura, Jawa, Minang, Kalimantan. Ada 75 peserta yang mengenakan baju adat," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Peringatan tersebut bertepatan dengan masa transisi pemerintahan baru. Pemerintah pusat akan mengarahkan Indonesia mencapai target pembangunan angka menengah menuju Indonesia Emas 2045, yang bercirikan kemajuan, kesejahteraan, dan peran global yang lebih kuat.
"Diharapkan momentum ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat perhatian kepada agenda pengembangan kepemudaan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional," kata Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di halaman Kantor Setda Temanggung, Senin (28/10/2024).
Pemuda diharapkan dapat berperan aktif sebagai objek pembangunan, karena pemuda adalah pemilik masa depan bangsa.
Menpora mengajak pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda Indonesia untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan inovasi mereka dalam berbagai bidang pembangunan.
"Kita juga perlu meningkatkan perhatian melalui perbaikan pelayanan dan tata kelola kepemudaan, serta dukungan sumber daya, agar indeks pembangunan pemuda terus meningkat dan kondisi kepemudaan semakin baik," jelasnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo