Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Batik Tinular Sih Manding Temanggung Manfaatkan Limbah, Tembus Pasar Mancanegara

Addin Alfath • Rabu, 16 Oktober 2024 | 06:04 WIB

 

Pekerja tengah memproses batik alami Tinular Sih di Dusun Tegaltemu, Kelurahan Manding, Kabupaten Temanggung.
Pekerja tengah memproses batik alami Tinular Sih di Dusun Tegaltemu, Kelurahan Manding, Kabupaten Temanggung.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung--Memanfaatkan limbah tak berguna, Batik Tinular Sih Temanggung mampu menembus pasar mancanegara.

Batik ini diproduksi di Dusun Tegaltemu, Kelurahan Manding, Kabupaten Temanggung.

Pemilik Batik Tinular Sih, Ester Setyarini menyampaikan, bahan utama yang dipakai adalah limbah kayu mahoni diambil akar dan kulitnya, sabut kelapa, kulit kopi, dan buah jolawe.

"Warna batik menggunakan bahan alami lebih eksklusif. Hanya penggemar tertentu yang menyukai warna doff. Kalau warna sintetis cenderung terang, sementara warna alami mempunyai keunggulan lebih soft," katanya.

Motif batik buatannya beraneka macam. Setiap pembeli bisa memesan sesuai keinginan.

Misalnya sesuai profesi mereka, atau warna tertentu.

Dia mengangkat wayang Kedu sebagai motif khas.

Karena wayang Kedu berbeda dengan wayang lainnya.

Baik dari segi bentuk wayangnya, maupun pakaiannya ada yang membedakan dengan wayang pada umumnya.

"Yang baru kita tonjolkan itu di jariknya Arjuna Sebo. Yang dipakai Arjuna pada masa paseban. Kita mengangkat satu saja sudah melahirkan banyak sekali," ungkapnya.

Sedangkan motif kentemporer menonjolkan kekhasaan Temanggung. Mengangkat tembakau, kopi, dan, vanili. Sedangkan untuk faunanya, ayam Kedu.

Menurut dia, peminat batik alami dari Prancis, Filipina, Afrika, dan Malaysia.

Biasanya batik alami belum sampai diupload sudah terjual.

Karena orang luar negeri mencari batik alami yang aman untuk lingkungan dan kulit.

Mereka mencari segala sesuatu yang senatural mungkin.

"Kadang prosesnya juga malah mencari yang tidak begitu halus, ada titik-titik. Oo ini garis bener-bener natural tangan," jelasnya.

Sementara itu, kesulitan dalam membuat batik alami adalah konsistensi warna.

Misalnya warna birunya tingkat sekian, harus sama persis tidak bisa, pasti ada selisih warna.

Karena pengaruh cuaca dingin panas, malam dan siang. Bahkan warnanya misterius, tidak bisa ditebak.

"Makanya hanya orang-orang eksklusif saja yang paham," ujarnya.

Peminat batik alami Naisiya Astiwi mengungkapkan, batik alami cocok untuk kulit sensitif karena tidak membuat gatal.

"Warnanya juga cocok dengan kulit saya," ucapnya. (din/lis)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pasar mancanegara #batik temanggung #limbah #Kabupaten Temanggung