RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Alokasi anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) Kabupaten Temanggung untuk bantuan dropping air bersih habis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung menggunakan dana siap pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu masyarakat yang masih kekurangan air bersih.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, selama musim kemarau ini telah menyalurkan 153 tangki air bersih kepada masyarakat.
Dana dari APBD mengcover 115 tangki sudah habis. Lainnya menggunakan DSP.
"Kalau anggaran BNPB ini adalah umum, bukan tangki. Jadi total anggaran dari DSP kita Rp 200 juta untuk macam-macam. Seperti alat dan kebutuhan karhutla," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Selama DSP itu masih ada, kata dia, dana tersebut masih bisa diambil untuk membantu dropping air bersih kepada masyarakat.
Apabila sangat darurat dan anggaran itu habis, BPBD akan mengajukan anggaran belanja tidak terduga (BTT) kepada Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Temanggung.
"Yang BTT itu masih ada dan itu cakupannya untuk kebencanaan secara umum. Karena masih ada beberapa tempat yang kekeringan walaupun hujan sudah turun," jelasnya.
Menurut dia, hujan beberapa waktu ini belum secara signifikan berpengaruh pada sumber mata air di wilayah Kabupaten Temanggung.
Karena debitnya belum cukup. Karena dari awal September hujan baru turun satu kali deras. Namun setelah itu belum hujan deras lagi.
"Kita hanya on call dari pemerintah desa mana yang masih membutuhkan. Sambil kita memberikan beberapa tandon yang masuk dalam bantuan BNPB itu dengan kapasitas 5.300 liter," ungkapnya.
Dia menyebutkan, desa-desa dan sekolah yang meminta dropping air bersih ada di 10 kecamatan.
Yakni Bulu, Gemawang, Jumo, Kandangan, Kedu, Kranggan, Ngadirejo, Selopampang, Tembarak, dan Tlogomulyo. Selain itu juga puskesmas di Kecamatan Bejen.
"Yang biasanya setiap hari kita ke sana, sekarang dua hari sekali. Karena sudah mulai ada peningkatan debit air. Namun itu belum mencukupi, sehingga kita masih melakukan dropping," tutupnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo