RADARMAGELANG. ID, Temanggung - Harga tembakau di Temanggung panen kali ini tembus sebesar Rp 150.000 per kilogram tembakau rajangan kering milik petani.
Kepala Desa Bansari, Kecamatan Bulu, Temanggung Samino mengatakan, lonjakan kenaikan harga dipengaruhi oleh daya beli Djarum dan pabrik kecil, sehingga mampu meningkatkan harga jual.
Selain karena pengaruh daya beli pabrik rokok PT Djarum serta pabrik kecil lainnya, kualitas tembakau pada panen 2024 ini meningkat sebab cuaca panas sehingga proses penjemuran dan pengeringan bisa maksimal.
Cuaca yang panas ini juga membuat tembakau yang dihasilkan memiliki aroma lebih tajam dan warnanya kuning keemasan.
"Jadi sampai hari ini, sudah 60 persen tanaman tembakau yang sudah dipanen, dan di lahan itu masih menyisakan 40 persen, dari jumlah itu, saya yakin menghasilkan tembakau kering yang bagus, karena beberapa hari kemarin diguyur hujan dan itu membuat tanaman tambah subur," kata Samino.
Samino juga menjelaskan harga tembakau kering kualitas C di kisaran Rp 85.000 per kilogram. Sedangkan kualitas D Rp 90.000- Rp. 100.000 per kilogram.
Kualitas E Rp 125.000 per kilogram dan kualitas F Rp 150.000 per kilogram.
Menurut petani setempat, di tahun sebelum-sebelumnya harga tembakau kualitas C, D, dan E seharga Rp 45.000 hingga Rp 90.000 per kilogram.
Sedangkan kualitas F kisaran harga Rp 130.000 hingga Rp 145.000 per kilogram.
Adanya perbedaan harga di tahun ini dengan tahun sebelumnya tentu membuat petani meraup keuntungan yang lebih besar.
"Kualitas tembakau bagus, karena musim panas ini sudah dua bulan lebih sampai sekarang," ujar petani tembakau, Kimpul Rujito.
Kimpul melanjutkan bahwa tembakau itu asal tanahnya kering, maka hasilnya akan bagus.
"Tembakau Srintil dengan warna hitam keemasan memiliki aroma harum dan pekat bisa menembus harga lebih dari Rp 500.000 per kilogramnya," imbuhnya.
Tembakau Srintil ini sudah muncul di kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing. (din/mg25/aro)
Editor : H. Arif Riyanto