RADARMAGELANG.ID—Kabupaten Temanggung terletak di tengah pulau Jawa dan dikenal sebagai penghasil tembakau berkualitas.
Salah satu tembakau khas Temanggung yang bernilai jutaan rupiah dan melegenda di dunia adalah tembakau Srintil.
Tidak semua areal varietas tembakau ini dapat ditanami.
Produksi tembakau srintil yang berkualitas membutuhkan kondisi tanah yang khusus dan sinar matahari yang cukup.
Kualitas terbaik Srintil hanya dikenal di dua tempat, yakni Dusun Lamuk dan Dusun Lamuk Legok, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung.
Namun tembakau jenis ini juga ditanam di berbagai desa sekitar Lamuk dan Lamuk Legok, Desa Legoksari.
Berikut ini daftar lengkap nama-nama desa penghasil tembakau Srintil di Temanggung:
- Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo (Dusun Lamuk dan Lamuk Legok)
- Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo
- Desa Wonosari, Kecamatan Bulu
- Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo
- Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu
- Desa Pagersari, Kecamatan Tlogomulyo
- Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu
- Desa Banaran, Kecamatan Tembarak
- Desa Bansari, Kecamatan Bansari
- Desa Gedegan, Kecamatan Tlogomulyo
- Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak
- Desa Gandu, Kecamatan Tembarak
Memang tembakau Srintil sangat berharga bagi petani yang menanamnya.
Harga tembakau Srintil terbaik yang pernah diraih adalah harga setara 1-3 gram emas 24 karat.
Artinya, harga terbaik bisa Rp 1 juta-Rp 3 juta per kg.
Harga tembakau Srintil paling murah masih di kisaran ratusan ribu rupiah.
Jauh lebih tinggi dari tembakau biasa yang berkisar Rp 30.000 per kg hingga Rp100.000 per kg.
Menakjubkannya harga tembakau Srintil tak lepas dari aromanya yang khas.
Biasanya satu kilogram tembakau Srintil diletakkan di tempat yang sama dengan tembakau potong biasa untuk menjaga cita rasa dan keberkahan kualitas tembakau srinti
Salah satu wilayah penghasil Srintil adalah Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo.
Dusun ini berada di lereng timur Gunung Sumbing.
Letaknya paling atas di kawasan tersebut.
Dari sekitar 400 hektare ladang tembakau di Desa Legoksari, biasanya dihasilkan 300 keranjang tembakau Srintil.
Setiap keranjang rata-rata berisi 40 kg tembakau.
Desa ini berada di kaki Gunung Sumbing.
Di desa ini terdapat Kampung Mbako yang menjadi destinasi wisata.
Selain itu, di desa ini pernah digelar Festival Tembakau Srintil. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto