RADARMAGELANG.ID,Temanggung — Petani tembakau Temanggung gembira.
Harga tembakau rajangan kering meroket. Terutama tembakau panenan di lereng Sindoro Sumbing.
Kepala Desa Bansari, Kecamatan Bulu, Samino mengatakan, untuk tembakau kering kualitas C di kisaran harga Rp 85 ribu per kilogram, kualitas D Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu, kualitas E Rp 125 ribu.
Sementara untuk kualitas F Rp 150 ribu. Dia bersyukur Djarum dan pabrik-pabrik kecil membeli tembakau. Walaupun Gudang Garam tidak membeli sama sekali.
"Itu otomatis meningkatkan harga tembakau. Tahun yang sudah-sudah itu, tembakau harganya murah. Sekarang alhamdulillah adanya pabrik kecil dan semangatnya Djarum yang luar biasa membeli, menjadikan tembakau Temanggung ada kenaikan harga," katanya, Selasa (17/9/2024).
Dia mengatakan, harga akan meningkat seiring kualitas tembakau pada panen 2024 ini sangat bagus.
Karena didukung cuaca panas. Sehingga saat proses penjemuran, pengeringan bisa maksimal. Di sisi lain, aromanya juga bagus dan warnanya kuning mengkilat keemasan.
"Jadi sampai hari ini sudah 60 persen tanaman tembakau yang sudah dipanen, dan di lahan itu masih menyisakan 40 persen.
Saya yakin jumlah itu menghasilkan tembakau kering yang bagus. Karena beberapa hari kemarin diguyur hujan dan itu membuat tanaman tambah subur," jelasnya.
Samino berharap cuaca kembali panas setelah diguyur hujan hingga panen berakhir.
Petani lain, Kimpul Rujito, 56, mengatakan saat ini petani dapat meraup keuntungan.
Sebelumnya harga tembakau kualitas C, D, dan E di kisaran harga Rp 45 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram.
Sementara kualitas F sekisar Rp 130 ribu hingga Rp 145 ribu.
"Kualitas tembakau bagus, karena musim panas ini sudah dua bulan lebih sampai sekarang. Jadi tembakau itu asalkan tanahnya kering, hasilnya pasti bagus," katanya.
Di kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing sudah muncul tembakau srintil.
Tembakau srintil dengan warna hitam keemasan memiliki aroma harum dan pekat bisa menembus harga lebih dari Rp 500 ribu per kilogram. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo