RADARMAGELANG.ID, Temanggung—Panen tembakau petani Temanggung tahun ini melimpah.
Menurut hitungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung, luas panen tembakau mencapai 14.087,82 hektare dengan perkiraan produksi 9.438 ton.
Namun senyum petani akan semakin merekah jika diikuti pembelian dari pabrik rokok.
Sebab, hingga kini pabrik rokok yang selama ini melakukan pembelian tembakau dari petani Temanggung yang terbesar, yakni PT Gudang Garam masih belum membuka gudangnya.
Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Magelang, ada empat pabrik rokok besar yang selama ini membeli tembakau petani Temanggung, yakni PT Djarum, PT Gudang Garam, PT Nojorono, dan PT Wismilak.
Pj. Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo saat melakukan pantauan di gudang perwakilan pabrik rokok di Temanggung menyebutkan, tahun ini PT Nojorono akan membeli tembakau petani sebanyak 100 ton dan PT Wismilak sebanyak 250 ton.
Sedangkan PT Djarum pada tahun ini kuota pembeliannya mencapai 4.000 ton.
Sementara PT Gudang Garam selama ini melakukan pembelian terbesar, mencapai 8.500-14.000 ton.
Sehingga jika PT Gudang Garam belum melakukan pembelian, praktis para petani Temanggung bakal kesulitan menjual hasil panennya.
Sebab, dari perkiraan produksi tembakau Temanggung tahun ini sebanyak 9.438 ton, yang terserap ke pabrik rokok baru 4.350 ton atau tidak sampai separonya.
Praktis, petani tembakau di Temanggung kini tengah menghadapi kegelisahan akibat belum adanya kepastian pembelian dari PT Gudang Garam.
Meskipun PT Djarum telah memulai pembelian dengan harga yang dianggap memadai, PT Gudang Garam masih menunda proses pembelian tembakau hingga saat ini.
Hal ini disampaikan oleh Ketua APTI Cabang Temanggung Siyamin, usai pertemuan dengan Forkopimda Temanggung dan perwakilan pabrik rokok.
Menurut Siyamin, PT Gudang Garam mengemukakan beberapa alasan penundaan pembelian tembakau, di antaranya adalah penurunan nilai saham perusahaan, belum adanya perintah dari pusat, serta kendala finansial yang dihadapi.
Meskipun perusahaan telah berencana untuk membeli, realisasi pembelian belum terjadi.
"Djarum sudah mulai membeli dengan harga yang baik, sesuai harapan petani. Tapi kami mendesak Gudang Garam segera membeli. Luasan lahan tembakau di Temanggung mencapai sekitar 14 ribu hektar, dengan potensi produksi hingga 9 ribu ton.
Hanya satu pabrik saja sudah cukup untuk menyerap seluruh produksi," ungkap Siyamin.
Petani tembakau Temanggung berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas dalam menghadapi situasi ini.
Mereka mendesak agar pemerintah membuat regulasi yang berpihak pada petani, sekaligus menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2007 tentang Pengendalian Penggunaan Tembakau yang dinilai kurang memihak kepentingan mereka.
“Kami meminta agar pemerintah daerah membuat regulasi yang mampu melindungi petani tembakau di Temanggung.
Dengan regulasi yang tepat, kita dapat menjaga keberlangsungan industri tembakau serta mendukung perekonomian petani,” tegas Siyamin.
Siyamin juga mengimbau para petani untuk terus menjaga kualitas tembakau yang dihasilkan.
Menurutnya, tembakau asli Temanggung harus diproduksi tanpa campuran bahan lain seperti gula, demi mempertahankan reputasi dan keunggulan produk tembakau daerah ini.
“Petani harus jujur dalam memproduksi tembakau murni khas Temanggung. Dengan kualitas yang baik, kita bisa terus mempertahankan kejayaan tembakau Temanggung,” pungkasnya.
Dikemukakan, kualitas tembakau pada tahun 2024 lebih bagus dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan harga tembakau bervariasi sesuai dengan kualitas.
Tahun ini, harga tembakau Temanggung untuk grade C misalnya, mencapai Rp 70 ribu per kg di PT Nojorono dan PT. Wismilak.
Sedangkan di PT Djarum pada grade yang sama mencapai Rp 75 ribu per kg.
Pj. Bupati menyampaikan, hitungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, luas panen mencapai 14.087,82 hektare dengan perkiraan produksi 9.438 ton.
Pj. Bupati menambahkan, satu perusahaan (PT Gudang Garam) belum membuka gudang atau melakukan pembelian tembakau.
Pemkab Temanggung terus berkomunikasi untuk mengetahui alokasi, termasuk kapan mulai pembelian tembakau rakyat.
"Satu perusahaan memang sampai saat ini belum membuka pembelian, untuk komunikasi sudah dilakukan termasuk ke pusat, tetapi memang sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk pembelian," lanjutnya.
Pj. Bupati berharap, perusahaan tersebut dalam waktu dekat bisa buka gudang atau mulai membeli tembakau.
Pembelian dari perusahaan itu di atas 8.500 ton dan bahkan hingga 14.000 ton.
Apabila kuota PT Gudang Garam dalam membeli tembakau tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, setidaknya dapat membeli pada kisaran 2.000 ton dan perusahaan lain seperti PT. Djarum bisa menambah kuota pembelian.
Sehingga panen tembakau di Temanggung bisa terserap.
Pimpinan perwakilan pabrik rokok PT. Djarum di Temanggung Yopi Samiaji menyampaikan, pada tahun ini mendapat alokasi pembelian 4000 ton dan hingga saat ini telah ada pembelian 1000 ton.
"Grade saat ini C dan D dan kemungkinan bisa mencapai F atau G," katanya.
Ia melanjutkan, pembelian bisa melebihi kuota disesuaikan dengan stok dan kualitas tembakau.
Perwakilan pabrik rokok PT Wismilak Mulyadi mengatakan, pembelian tembakau rajangan untuk rokok kretek berkurang, sebagai dampak kenaikan cukai.
"Penjualan rokok kretek berkurang, sehingga pembelian bahan bakunya juga dikurangi," katanya. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto