Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Tembakau Temanggung: Dari Varitas Kemloko, Mantili, Pelus, dan Bako Anti Teler hingga Tembakau Srintil Terbaik dan Termahal di Dunia

H. Arif Riyanto • Minggu, 15 September 2024 | 15:56 WIB
Ketua Kelompok Tani Subur, Madiyo (kiri) berada di antara tanaman tembakau varietas gombel sembung yang ditanam di Dusun Gugu II, Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari.
Ketua Kelompok Tani Subur, Madiyo (kiri) berada di antara tanaman tembakau varietas gombel sembung yang ditanam di Dusun Gugu II, Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari.

RADARMAGELANG.ID—Temanggung dikenal sebagai sentranya tembakau.

Luas tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung setiap tahun berkisar antara 16.000 hingga 18.000 hektare. Sementara kapasitas produksinya berada di angka sekitar 12.000 ton tembakau kering per tahun.

Tanaman tembakau tersebar di 14 dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung, yakni Tretep, Wonoboyo, Candiroto, Ngadirejo, Parakan, Bansari, Kledung, Bulu, Tlogomulyo, Selopampang, Tembarak, Temanggung, Kedu dan Jumo.

Tanaman ini tidak hanya menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung, namun juga menjadi bagian dari kultur di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prau.

Bagi petani Temanggung, sudah menjadi semacam keharusan untuk menanam tembakau yang telah dianggap sebagai jiwa dan harga diri masyarakat Kabupaten Temanggung.

Bahkan hingga kini, di wilayah Temanggung sendiri tanaman tembakau belum tergantikan nilai ekonominya dengan komoditas yang lain.

Petani Temanggung mengolah tembakau menjadi berbagai bentuk, seperti rajangan kering sebagai bahan baku pembuatan rokok, lembutan sebagai bahan baku membuat lintingan, dan daun tembakau sebagai bahan baku pembuatan cerutu.
Tembakau Temanggung memiliki cita rasa yang khas.

Tembakau Temanggung digunakan sebagai bahan baku rokok kretek, pemberi rasa dan aroma.

Tembakau Temanggung dibudidayakan pada tujuh sentra produksi yaitu Lamuk, Lamsi, Paksi, Toalo, Tionggang, Swanbing, dan Kidulan.

Sedangkan varietas lain yang dibudidayakan selain Kemloko, juga ditemukan varietas jenis Mantili, Pelus, dan BAT (Bako Anti Teler).

Tembakau Lamuk adalah jenis tembakau dengan mutu terbaik yang dihasilkan di lereng utara dan timur Gunung Sumbing.

Tembakau Lamsi juga berasal dari lereng utara dan timur Gunung Sumbing yang kualitasnya berada di bawah jenis Lamuk.

Sementara tembakau Paksi berasal dari lahan tegal di lereng utara dan timur Gunung Sindoro.

Tembakau Toalo berasal dari lereng barat dan selatan Gunung Sumbing yang perkebunannya berada di Desa Tegalrejo sampai Parakan.

Tembakau Kidulan berasal dari lereng timur Gunung Sumbing yang berbatasan dengan penghasil jenis Lamsi dan Tionggang.

Jenis Tionggang atau juga biasa disebut tembakau sawah dihasilkan dari lahan sawah di sebelah selatan dan tenggara Gunung Sindoro.

Sedangkan tembakau Swanbing adalah tembakau yang dihasilkan di lereng Gunung Prahu.

Namun di antara semua jenisnya ada Srinthil, tembakau lokal dengan mutu istimewa yang tercatat hanya biasa muncul di Desa Legoksari, Losari, Pagergunung, Pagersari, Tlilir, Wonosari, Bansari, Wonotirto, Banaran, Gandu, Gedegan dan Kemloko.

Kemunculan tembakau Srinthil hanya bisa dihasilkan bila cuaca selama musim tanam tembakau sangat kering dan muncul dari jenis varitas tembakau lokal yang bernama Kemloko, Kemloko 1, dan Kemloko 2.

Tembakau Srintil Temanggung, tembakai terbaik dan termahal di dunia.
Tembakau Srintil Temanggung, tembakai terbaik dan termahal di dunia.

Di Temanggung sendiri, tidak semua lahan bisa ditanami Tembakau Srintil.

Sumedi, salah satu petani asal Parakan, Temanggung, bercerita kalau keberadaan Srintil sebenarnya sangat langka dan hanya bisa ditanam di lahan-lahan tertentu saja.

Berdasarkan penjelasannya, kualitas Srintil terbaik berada di daerah Lamuk Legok dan Dampit Losari yang berada di lereng Gunung Sumbing, serta daerah Kwadungan dan Bansari yang berada di lereng Gunung Sindoro.

Setiap musim kemarau tiba, sebenarnya keberadaan Tembakau Srintil akan lebih banyak dan bisa dijumpai di beberapa tempat.

Walau begitu kualitasnya masih di bawah tembakau Srintil dari keempat tempat tersebut.

Lalu bagaimana ceritanya tembakau terbaik di dunia itu tumbuh di Temanggung dan bagaimana pemanfaatannya oleh masyarakat sekitar?

Menurut masyarakat sekitar, nama “Srintil” sendiri berasal dari kata “sri-ne” dan “ngintil”.

Sri merupakan seorang dewi keberuntungan sedangkan ngintil artinya mengikuti.

Jadi, Srintil dapat diartikan sebagai tembakau yang diikuti dengan keberuntungan.

Dilansir dari Bolehmerokok.com, keberadaan tembakau srintil tak lepas dari legenda yang beredar di tengah masyarakat Temanggung.

Mitosnya, pada zaman dahulu Sunan Kudus mendapat laporan dari Sunan Kedu bahwa bibit tembakau yang dititipkannya untuk ditanam ternyata tidak menghasilkan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, kemudian dia melemparkan hewan capung emas.

Tempat di mana capung emas jatuh itulah yang kemudian dinilai cocok untuk ditanam tembakau.

Ternyata, capung emas itu jatuh di lereng Gunung Sumbing.

Salah satu faktor yang membuat tembakau Srintil bisa ditanam di Temanggung adalah cara penanaman dan pemeliharaannya yang masih dilakukan dengan kearifan lokal.

Karena itulah tembakau di sana, tak hanya Srintil, tembakau biasa yang mereka tanam juga dipastikan mengandung kadar nikotin yang tinggi.

Maka tak heran apabila salah satu daerah di sana, Lamuk Legok, bisa menghasilkan tembakau Srintil yang berkualitas dengan harga yang mahal.

Pada prinsipnya, daun tembakau yang kelak menjadi Srintil berasal dari varietas asli Temanggung bernama Kemloko.

Penanamannya pun dilakukan dengan teknik bagus yaitu tidak dicampur dengan varietas lain dan tanahnya tidak memiliki terlalu banyak kadar air.

Dilansir dari Bolehmerokok.com, pada tahun 2018 harga tembakau Srintil di Dampit Losari, mencapai Rp1.000.000 per/kg.

Sementara harga tembakau Srintil dari lereng Gunung Sindoro adalah Rp300.000 per/kg.

Sebagai perbandingan, pada waktu itu harga Tembakau di Temanggung secara umum adalah Rp100.000 per/kg.

Mahal murahnya harga tembakau itu sangat ditentukan dari kualitas tembakaunya.

Semakin tinggi kadar nikotinnya maka semakin mahal pula harganya.

Karena kadar nikotinnya yang banyak itu, tembakau Srintil akan mengeluarkan bau menyengat setelah disimpan sekian lama.

Hingga saat ini, tembakau Srintil merupakan jenis tembakau dengan kualitas terbaik dan termahal di dunia.

Hal ini sudah dibuktikan dengan varietas Kemloko yang tidak bisa menghasilkan tembakau dengan kualitas serupa apabila ditanam di daerah lain.

Lain halnya dengan tembakau Virginia asal Amerika Serikat yang sudah bisa dibudidayakan di berbagai tempat, salah satunya di Pulau Lombok.

Di sana, tembakau Virginia sudah bisa diproduksi secara massal.  (aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#srintil #Kemloko #gunung sumbing #gunung perahu #tembakau #gunung sindoro #Kabupaten Temanggung