RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Salah satu gudang rokok terbesar di Temanggung belum membuka pembelian tembakau. Padahal saat ini petani sudah mulai panen tembakau.
Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo mengatakan, berdasar hitungan dinas pertanian prakiraan panen 14.087,82 hektare.
Bila dihitung dari perkiraan produksi, sekitar 9.438 ton. Pihaknya mengecek ke gudang di Noroyono bisa melakukan pembelian 100 ton, Wismilak 250 ton.
"Ya mudah-mudahan sisanya di Djarum dibeli semua. Produktivitas tembakau di Temanggung kurang lebih 9.438 ton mudah-mudahan bisa terserap," katanya, Rabu (4/9/2024) siang di sela kunjungan ke beberapa gudang tembakau.
Karena ada satu perusahaan yang sampai saat ini belum membuka pembelian tembakau.
Agung sudah melakukan komunikasi termasuk ke pusat.
Tapi belum ada tanda-tanda untuk dibuka. Pihaknya mengaku tidak mengetahui persis alasannya, karena hal itu merupakan manajemen perusahaan.
"Yang pasti beliau menyampaikan ke kami bahwa saat ini belum sempat dibuka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat perusahaan itu bisa membuka," ungkapnya di sela kunjungan di gudang Djarum.
Menurut dia panen tembakau tahun ini berkualitas bagus, tidak ada hujan, matahari juga bagus.
Maka dia berharap kepada pabrik agar seluruh hasil panen tembakau petani Temanggung dibeli dengan harga kualitas yang bagus. Sesuai dengan grade masing-masing.
"Satu contoh, kalau di Noroyono grade C di angka Rp 70 ribu, Wismilak juga hampir sama, dan di Djarum agak tinggi sedikit hingga Rp 75 ribu," jelasnya.
Salah satu grader gudang Djarum Yopi Samiaji menyampaikan, target tahun ini pembelian tembakau Djarum 4.000 ton.
Bila kondisi barang masih bagus bakal menambah kuota.
"Tahun ini kualitas tembakau cukup bagus, tidak ada hujan. Sekarang yang agak mengganggu adalah angin agak gede termasuk berpengaruh pada kualitas," jelasnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo