RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung menggelar koordinasi dan sinkronisasi penyediaan layanan rujukan lanjutan bagi perempuan korban kekerasan.
Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo mengatakan, upaya perlindungan perempuan dan anak merupakan bagian dari intergral target pembangunan nasional yang sangat penting.
Dikatakan, proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) 2035, sebanyak 71 persen penduduk Indonesia terdiri atas perempuan dan anak.
Hal tersebut berpeluang besar sebagai penentu keberhasilan pembangunan nasional. Meski demikian, faktanya hingga 2023 angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih tinggi.
"Sebanyak 33,2 juta perempuan usia 15-64 tahun mengalami salah satu bentuk kekerasan. Selanjutnya 53,06 juta remaja dan anak pernah mengalami kekerasan," jelasnya di Graha Bhumi Phala, Senin (2/9/2024).
Dia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bersama untuk melindungi perempuan dan anak.
Dan dapat meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan penyediaan layanan rujukan bagi perempuan korban kekerasan. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo