Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Gelar Tradisi Merti Bumi, Warga Bulu Temanggung Berharap Harga Tembakau Lebih Baik dari Tahun Lalu

Addin Alfath • Jumat, 16 Agustus 2024 | 00:08 WIB
Warga Kecamatan Bulu, Temanggung  memperebutkan gunungan berisi buah dan sayuran dalam acara merti bumi, Kamis (15/8/2024).
Warga Kecamatan Bulu, Temanggung memperebutkan gunungan berisi buah dan sayuran dalam acara merti bumi, Kamis (15/8/2024).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Warga Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung menggelar merti bumi, Kamis (15/8/2024). Acara tersebut untuk memelihara bumi agar saat ditanami tembakau hasilnya bagus dan laku mahal.

Camat Bulu, Panca Pastianto menjelaskan, merti bumi Kecamatan Bulu diikuti 100 gapoktan.

Merti bumi ini bersamaan dengan HUT kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun bekerja sama dengan pemerintah desa.

"Semoga tahun ini harganya tinggi dan kualitasnya bagus. Kades, sekdes, dan perangkat kita libatkan, ada pentas seni wayang, pameran produk UMKM warga setempat," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang di kantor kecamatan setempat.

Dia menyampaikan, dengan cuaca yang sangat mendukung petani tembakau berharap kualitas tembakau bagus.

Sehingga mendapat harga yang tinggi. Menurutnya, petani di Dusun Cepit, Desa Pager Gunung sudah mulai merajang.

Berdasar keterangan salah satu petani, Madyo, di sana grade bawah sudah laku Rp 70 ribu. Dia berharap grade atas akan lebih mahal sampai Rp 800-an ribu. 

Pada merti dusun, warga memperebutkan gunungan berisi buah dan sayuran. Hal itu menandakan bahwa kegiatan merti bumi, tanah yang ditanami buah-buahan dan sayur-sayuran bisa panen baik.

Terjual dengan harga tinggi. Masyarakat antusias memperebutkan. Warga menyimpan sayuran yang mereka dapatkan dari rebutan tersebut.

"Mereka menaruh buah atau sayuran itu di atas pintu rumah. Ini untuk ikon bahwa sayuran itu diritualkan jalan kaki dan didoakan oleh sesepuh atau kiai yang ada di Kecamatan Bulu," ungkapnya.

Petani tembakau Triyanto berharap harga tembakau untuk grade D bisa di atas Rp 100 ribu.

Apabila lebih tinggi, maka petani tembakau akan bertambah sejahtera. Karena pada tahun-tahun sebelumnya harga rendah.

"Sekarang belum semuanya panen. Baru petik pertama, jadi masih sedikit dan belum kita olah menjadi kranjangan. Kita juga menunggu gudang buka dulu baru nanti kita proses," katanya. (din/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#harga tinggi #gunungan #tembakau #petani tembakau #Kecamatan Bulu #Merti Bumi