RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung merintis tanaman kopi organik bekerja sama dengan swasta untuk memenuhi pasar ekspor.
Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto menyampaikan, selama ini hasil kopi organik banyak permintaan dari luar negeri.
Tahun ini pihaknya menargetkan 200 hektare tanaman kopi organik. Sampai saat ini kopi organik dihasilkan dari petani yang sudah bersertifikat. Yakni di Kaloran dan Prangkokan Kecamatan Bejen, luasannya sekitar puluhan hektare.
"Sementara ini menghasilkan kopi organik sekitar enam sampai tujuh kuintal itu sudah rutin setiap musim," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Permintaan kopi organik selama ini adalah dari Australia. Namun akhir-akhir ini juga ada permintaan dari Korea dan Jepang. Buyer semakin bertambah, kalau sebelumnya hanya Australia, kini Korea dan Jepang juga ada permintaan. Soal harga, lebih mahal dari yang bukan organik.
"Harga kopi nonorganik di Temanggung saat ini sekitar Rp 58 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram," ujarnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo