Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Harga Kopi Temanggung Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram, Petani Gembira Namun Harus Jaga Kualitas

Addin Alfath • Selasa, 9 Juli 2024 | 23:44 WIB
Warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang memetik kopi merah saat Festival Petik Kopi beberapa waktu lalu. Saat ini harga kopi melambung.
Warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang memetik kopi merah saat Festival Petik Kopi beberapa waktu lalu. Saat ini harga kopi melambung.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Harga kopi di tingkat petani Kabupaten Temanggung naik 300 persen. Dari Rp 22.500 hingga Rp 27.500 per kilogram menjadi Rp 73.000 hingga Rp 85.000 per kilogram.

Kepala Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Musiran mengatakan, harga kopi Temanggung naik hingga 300 persen jika dibandingkan dengan harga jual kopi di tahun 2021-2022.

Menurutnya, harga jual kopi ditentukan oleh kualitas. Jika kopi petik campur atau sering disebut dengan kopi kualitas asalan harga jual Rp 73 ribu, namun jika petiknya sudah merah semua maka harga bisa di atas Rp 80 ribu per kilogram.

"Harga tersebut belum disortir, kalau sudah disortir, yang jelek dan pecah sudah dipisah maka harga bisa lebih dari itu," katanya, Senin (8/7/2024).

Musiran menjelaskan, meningkatnya kualitas kopi tidak hanya tergantung dari proses pascapanen, namun juga tergantung dari perawatan dan pemilihan benih kopi yang teliti. Sehingga selain kualitas juga akan meningkatkan kuantitas saat panen raya.

Selama ini, kata dia, petani kopi robusta di wilayahnya sudah mulai memperhatikan budidaya.

Budidaya dan pemilihan benih yang bagus berimbas pada kualitas dan kuantitas kopi.

"Alhamdulillah dengan budidaya yang sudah kami lakukan dengan baik, perkiraan tahun ini ada peningkatan produksi sampai dengan 30 persen," jelasnya.

Dengan budidaya yang baik, maka dalam satu pohon kopi bisa menghasilkan 10 kilogram kopi basah (kopi gelondong).

Bahkan bisa lebih manakala kondisi tanah, perawatan dan pemupukan dilakukan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengimbau, agar petani kopi di Temanggung tetap mempertahankan kualitas kopi. Selama ini kopi Temanggung dikenal sebagai kopi berkualitas terbaik.

"Harus dipertahankan, jangan sampai karena harga jual kopi saat ini mahal, petani tidak lagi peduli dengan kualitas kopinya," imbaunya.

Masa panen raya kopi robusta cukup panjang, karena petani harus menunggu kopi merah untuk dipanen. (din/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Gemawang #DKPPP Kabupaten temanggung #petani #Harga Kopi #Naik 300 Persen #Kopi Temanggung