RADARMAGELANG.ID, Temanggung—Seorang pemuda warga Desa Nguwet, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung tewas usai berduel di lapangan sepak bola desa tempat, Kamis (9/5/2024) dini hari sekitar pukul 03.00.
Dari video yang beredar di media sosial, Lapangan Nguwet yang menjadi tempat mereka berduel diberi garis polisi.
Pantauan Jawa Pos Radar Magelang Kamis (9/5/2024) sekitar pukul 09.00, garis polisi telah dilepas.
Lokasi sudah sepi, namun ada sedikit bekas ceceran darah di luar lapangan.
Menurut warga di lokasi, pemuda yang berduel berumur sekitar 27 atau 28 tahun.
Berdasarkan keterangan warga setempat Muhadi mengatakan, ceceran darah tersebut adalah darah dari luka korban akibat tertusuk senjata tajam oleh lawan duelnya.
Mereka berkelahi karena urusan pribadi.
Perkelahian tersebut ditonton banyak orang.
Namun tak ada satu pun warga yang berani melerai.
"Saya mau keluar tapi dilarang istri saya. Istri saya bilang ojo golek molo. Mereka duel seperti sabung ayam. Dua orang berduel dan ada sejumlah orang yang ramai-ramai menonton mengitari. Koyo didu (seperti diadu)," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Muhadi mengetahui ada orang yang meninggal usai salat subuh dari masjid. Karena ada polisi di lokasi tersebut.
Dia kemudian menanyakan kepada polisi, dan mengetahui ada yang meninggal akibat kejadian itu.
"Di sini memang sering ada tantang-tantangan seperti itu. Tapi baru kali ini ada yang sampai meninggal. Biasanya yang tantang-tantangan itu malah orang luar desa sini," ungkapnya.
Diketahui, korban meninggal telah dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung. Sementara lawan duelnya dalam kondisi kritis.
Dokter dari Biddokkes Polda Jateng juga dalam perjalanan menuju RSUD untuk melakukan otopsi.
Kejadian ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. (din/aro)
Editor : H. Arif Riyanto