RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Temanggung menggelar pelatihan pembuatan magot untuk peternak dan pembudidaya ikan.
Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo menyampaikan, ATR BPN memberikan pelatihan magot bagi peternak dan petani ikan.
Karena kondisi pakan ikan sangat mahal. Kegiatan ini merupakan pilot projek pertama, khususnya di Temanggung.
Setelah di Desa Pakurejo, Kecamatan Bulu ini berhasil, akan dilakukan pilot projek di desa lainnya.
"Potensi perikanan di Temanggung bagus. Karena banyak petani ikan.Terutama di daerah Bulu, dan Ngadirejo," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (22/4/2024).
Menurut dia, pakan ternak itu penting. Bila pakan ternak mahal pasti akan memberikan imbas terhadap konsumsi ikan di masyarakat Temanggung.
Kepala Kantor ATR BPN Temanggung Retna Kustiyah menjelaskan, pada 2022 BPN sudah menyertifikatkan penataan aset.
Jadi reforma agraria ada dua. Yakni, penataan aset berupa pensertifikatan melalui lintor dan penataan akses, akses adalah bagaimana membudidayakan bidang-bidang tanah yang telah bersertifikat untuk berdaya, memakmurkan masyarakat.
"Mengapa kami memberikan pelatihan ini, karena pada 2022 kami sudah menyertifikatkan petani, pembudidaya ikan, dan peternak domba sebanyak 100 sertifikat bidang," jelasnya.
Untuk peternak domba dinas pertanian membantu domba senilai Rp 200 juta.
Namun karena pakan ternak mahal, sepertinya mereka rugi.
Sehingga dinas pertanian mempunyai ide untuk mengembangkan pakan ternak bernama magot bsf.
"Magot adalah dari sampah organik yang diolah kemudian menjadi seperti uget-uget itu. Nah itu nanti yang dipakai untuk pakan ternak," katanya.
Dia melanjutkan, jadi sampah bisa terurai dan tidak bau, pakan ternak dan pakan ikan juga tidak mahal.
Sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Sebanyak 20 anggota peternak mengikuti pelatihan ini.
Selama dia menjabat, sudah ada 300 bidang pensertifikatan peternak dan pembudidaya ikan. Mereka benar-benar memiliki usaha peternakan dan perikanan. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo