RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pengunjung di homestay Objek Wisata Posong, Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada libur Lebaran 2024 meningkat drastis dibanding hari biasa.
Pada hari biasa pengunjung kurang lebih di angka 50 sampai 200 orang. Sementara pada libur Lebaran mencapai 800 hingga 1.500 pengunjung per hari.
Supervisor Wisata Posong Erik Anggriawan menyampaikan, wisatawan pada libur Lebaran tahun ini ramai, jumlah wisatawan meningkat signifikan.
Menurut dia, kunjungan wisatawan mulai ramai sejak H + 2 Lebaran.
Sebagian besar pengunjung berasal dari luar daerah. Antara lain, JogJakarta, Semarang, Wonosobo, Magelang, Purwokerto, Pekalongan dan kabupaten lainnya.
Untuk penginapan, para penikmat wisata alam biasanya melakukan reservasi atau booking jauh-jauh hari sebelum melakukan liburan.
Hal ini agar mereka tidak kehabisan tempat pada waktu berwisata.
"Penginapan kami yang banyak disukai pengunjung adalah rumah kayu dan glamping family. Kebanyakan dari mereka adalah rombongan keluarga," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Senin (15/4/2024).
Dikatakan, tarif penginapan di objek wisata tersebut beragam.
Di antaranya Rp 80 ribu per orang, Rp 700 ribu per tenda, dan Rp 1,5 juta untuk rumah kayu.
"Untuk libur Lebaran harga tetap sama, tidak ada kenaikan dari hari biasanya," ujarnya.
Pengunjung yang menginap di Objek Wisata Posong bisa menikmati pemandangan beberapa gunung, seperti Sindoro, Sumbing, dan lainnya. Selain itu, di pagi hari wisatawan juga bisa menyaksikan indahnya golden sunrise sembari menyeruput kopi Temanggung khas Posong.
"Keunggulan di sini adalah golden sunrise dan kopi arabica khas Posong. Kopi ini memiliki ketinggian tanam di atas 1700 mdpl," jelasnya.
Selain itu, saat musim sayur, pengunjung yang berasal dari perkotaan juga bisa menikmati memetik langsung sayur dengan suasana pedesaan yang masih sangat alami.
Biasanya orang kota menyukai sayur yang segar, apalagi bisa dipetik sendiri.
"Wisatawan bisa menikmati udara yang masih segar dan sejuk. Karena di sini masih banyak pohon dan tanaman-tanaman," ujarnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo