RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Mainan mobil mini 4wd atau tamiya dari dulu hingga kini masih digemari berbagai kalangan.
Bermain tamiya juga menjadi salah satu cara sebagian warga Temanggung menunggu berbuka puasa atau ngabuburit.
Belasan warga Temanggung yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Tamiya, dengan penuh semangat, melakukan modifikasi agar tamiya jagoannya menang di perlintasan sirkuit yang sulit.
Mereka berkompetisi sembari ngabuburit di track Tamiya Rema yang berada di Kota Temanggung.
Satu per satu mobil mini 4wd mereka adu ketangkasan dan kelihaian dalam bermanuver di papan sirkuit.
Pemilik Sirkuit Rema, Edwin Rema mengatakan, dalam permainan ini peserta harus mampu mengalahkan lawan dengan berputar di track selama 3 kali dan memiliki waktu tercepat.
Jika keluar jalur dan terjatuh, maka dianggap kalah. Pada Ramadan ini banyak pecinta tamiya yang datang untuk bermain di sirkuit miliknya.
Pengunjung paling banyak pada pukul 15.00 atau 16.00.
“Harga tamiya bervariasi, mulai Rp 30.000 hingga lebih dari Rp 300.000,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Salah seorang pecinta tamiya asal Temanggung Minato mengaku, suka mobil mini asal negari sakura ini sejak 2008.
Selain menyalurkan hobi, kegiatan ini juga untuk menunggu waktu buka puasa. Baginya, permainan di sirkuit ini sangat menantang.
“Trcak di sini berkelok dan menanjak. Banyak tamiya yang keluar jalur. Untuk bermain ini, kesulitan terjadi saat berada di lompatan sirkuit,” ungkapnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo