RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Bertanam melon dengan green house hasilnya sangat menggembirakan. Ini dilakukan Hendi Nur Seto, petani melon Desa Banaran, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Senin (20/11/2023) ia melakukan panen bersama Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo dan jajarannya.
Pemilik Green House Melon Modern itu mengatakan melon yang dipanen ada jenis Jepang dan Korea. Masa panen melon Korea 80 hari, dan melon Jepang 90 hari. Penanaman melon dengan green house membuat perawatan relatif mudah. Hama dan penyakit lebih sedikit dibanding dengan lahan terbuka. Karena pemupukan serba otomatis dan terukur.
Keistimewaan kedua melon tersebut adalah eksklusif karena benihnya dari luar negeri dan belum banyak petani yang menanam. Permintaan di pasar tinggi sehingga harganya juga bagus. Dia memasarkan melon tersebut ke beberapa daerah. Seperti Jakarta, Bandung, dan yang terbaru sekarang di Semarang.
“Harga per kilogram Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Tergantung jenis dan grade-nya. Di sini ada grade a dan b. Grade a masuk ke mal, dan grade b untuk yang pesan lewat online. Bobot rata-rata per buah di atas satu kilogram yang Jepang. Kalau Korea 0,3 sampai 0,8 kilogram,” katanya.
Awal mula Hendi menanam melon ini karena di wilayah tersebut petani menanam tembakau dengan harga yang fluktuatif. Sehingga dia mencoba alternatif budidaya modern yang bisa ditanam sepanjang tahun, bahkan tidak kenal musim. Selain itu juga yang harganya tinggi. Untuk mendesain agar bisa menanam sepanjang tahun karena menggunakan green house.
Hendi juga mengajar kuliah praktisi di beberapa universitas. Yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Polbangtan Yoma, Polbangtan Medan, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas di Pekalongan, dan Institute Pertanian Bogor (IPB).
“Harapannya dengan kami berinovasi dan kolaborasi, dapat bersama-sama membangun perekonomian sektor pertanian yang ada di desa-desa se Jawa Tengah,”ujarnya.
Dia memulai inovasi sejak 2020. Sekarang sudah ada 19 kelompok tani yang mengikuti dia. Kini, dia memiliki 19 green house yang tersebar di empat kabupaten tersebut. Per green house dengan luasan 320 meter persegi, dan seribu tanaman melon. Satu tanaman melon jepang berbuah satu, sedangkan melon korea tiga hingga empat buah. (din/lis)