RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Empat program menjadi prioritas Penjabat Bupati Temanggung. Program tersebut yakni, fokus pada penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, inflasi, dan stabilisasi daerah.
Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo menjelaskan, ada dua pesan dari Penjabat Gubernur Jawa Tengah selama masa transisi ini. Yaitu tangani stunting, dan inflasi. Penjabat gubernur menitipkan agar bisa menangani stunting dengan baik, dan menurunkan inflasi sekecil mungkin.
“Pak pj gubernur memberikan pesan itu kepada kami untuk melakukan itu pada proses masa transisi ini,” katanya, Rabu (8/11/2023).
Menurutnya program Bupati Temanggung periode 2018-2023 luar biasa. Melakukan gebrakan menurunkan angka stunting. Gebrakan yang harus dilakukan adalah menurunkan angka stunting secepat dan seefektif mungkin. Caranya, mengolaborasikan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menurunkan angka stunting.
“Tiga bulan diberikan makanan tambahan terhadap anak-anak yang terkena stunting by name by addres,” jelasnya.
Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas KB, berkolaborasi bersama. Dari data SSGI pada 2022 stunting di Temanggung mencapai angka 28 persen. Kemudian, hasil pendataan berdasarkan e-ppbgm dari Dinas Kesehatan, diukur semua anak yang stunting, hasilnya di angka 14,14 persen pada akhir Agustus 2023.
“Mudah-mudahan angka survei kesehatan Indonesia kita juga akan turun. Oleh karena itu, kita akan push lagi hambatan apa yang seandainya masih ada angka-angka yang perlu kita lakukan,” ungkapnya.
Pihaknya melakukan evaluasi selama bulan ini. Tahun 2024 akan push lagi terhadap angka stunting agar bisa turun dari 14 persen.
Sementara itu, Hari Jadi ke-189 Kabupaten Temanggung tahun 2023 ini bertema “Berpadu untuk Temanggung Melaju”. Hary Agung Prabowo menjelaskan makna tema tersebut. Berpadu pengertiannya berkolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, stakeholder, untuk menggerakkan ekonomi pembangunan dan kemasyarakatan melaju lebih cepat.
“Semua elemen masyarakat bergerak bersama-sama membangun Temanggung lebih cepat,” harapnya.
Persentase kemiskinan ekstrem di Kabupaten Temanggung adalah 0,96 persen. Angka tersebut kurang lebih sekitar 7.916 jiwa. Pihaknya terus aktif melihat ke masyarakat, seperti apa kondisi mereka. Hal tersebut untuk pijakan ke depan untuk membangun Temanggung lebih baik. Dia menampung aspirasi dari masyarakat, sehingga dia bisa menentukan penggunaan anggaran di kabupaten.
“Oleh karena itu akan kita lakukan push pada perubahan anggaran ini dan tahun 2024. Agar di tahun 2024 sudah nol semuanya. Paling tidak 0,001 persen, kita harus mencapai itu,” terangnya.
Pihaknya akan mengupayakan plesterisasi, jamban, dan listrik bagi warga miskin ekstrem. Sementara untuk meningkatkan pendapatan per kapita mereka, akan berkomunikasi dengan stakeholder dan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Temanggung. Untuk mendorong bersama agar pendapatan masyarakat naik. Karena saat pandemi banyak yang terkena PHK, sehingga angka kemiskinan ekstrem agak naik.
“Mudah-mudahan seluruh perusahaan ini bisa mulai menarik kembali mereka yang sudah tidak bekerja, untuk kembali bekerja,” ujarnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo