RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung berupaya keras menurunkan angka stunting. Maka, selama 90 hari menggerakkan program pemberian makanan tambahan (PMT). Dengan mendirikan dapur sehat.
Gerakan ini dilakukan sampai level desa dan dusun. Dalam program ini, masyarakat bergotong-royong memberikan makanan bergizi bagi anak stunting dan ibu kekurangan energi kronis (KEK).
Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan, makanan bergizi yang mereka berikan sesuai standar Kementerian Kesehatan. Setelah digerakkan PMT selama 90 hari, angka stunting di Kabupaten Temanggung turun.
Berdasarkan versi EPPBGM penurunan di angka 14,15 persen dari sebelumnya versi SSGI sebanyak 28,9 persen. Angka tersebut adalah hasil pengukuran per September 2023.
Dapur sehat ini juga berfungsi mengedukasi masyarakat. Sehingga mereka mengetahui bagaimana mengelola makanan bergizi yang anak-anak suka. Ramuan atau beragam variasi makanan bergizi yang diberikan kepada anak-anak sudah diteliti dari dinas kesehatan.
“Ini adalah salah satu cara yang digerakkan Pemkab Temanggung dan mendapatkan hasil luar biasa,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Bulu, Agus Nuryanto menuturkan, program dapur sehat ini juga mengedukasi orang tua. Karena bukan berarti anak-anak stunting itu, keluarganya tidak mampu. Tetapi kadang anak-anak sulit makan. Program dapur sehat membuat dan mengedukasi bahwa gizi itu penting. Hasil program ini, bidan desa dan kader PKK melaporkan ada peningkatan berat dan tinggi badan anak penerima program. Kegiatan ini akan terasa manfaatnya sepuluh atau lima belas tahun ke depan.
“Teman-teman yang menangani ini memang tidak mudah. Karena selama 90 hari harus masak, mengedukasi, mengawasi. Alhamdulillah dari 21 yang terindikasi stunting dan 1 ibu hamil KEK, bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Pemdes Tegalrejo sangat mendukung program ini. Maka pihaknya akan mengalokasikan di dalam APBDes untuk penanggulangan stunting. “Jadi mandiri lewat dana desa,” ucapnya.
Bidan Kecamatan Bulu, Pengampu Desa Tegalrejo Septiana Budi menjelaskan, menu dalam dapur umum bervariasi. Menu tersebut sudah dipilihkan dari dinas kesehatan. Kandungan gizi dari menu makanan pilihan tersebut sudah diperhitungkan oleh ahli gizi. Bahan makanan yang dipilih merupakan yang tinggi protein supaya dapat meningkatkan tinggi dan berat badan. Menu yang disajikan setiap hari berbeda. Antara lain terbuat dari telur, ayam, dan ikan. Dia berharap ibu-ibu bisa melanjutkan program ini secara mandiri.
“Kita mempunyai sasaran sebanyak 21 balita dengan masalah gizi, dari sekitar 100 balita di Desa Tegalrejo, dan satu ibu hamil KEK,” ungkapnya.
Warga Tegalrejo, Indah Listantini mengaku terinspirasi untuk membuatkan lauk sehari-hari untuk anaknya dari dapur sehat ini. Anak menjadi lebih bersemangat untuk makan setiap hari. Sehingga berat dan tinggi badan bisa seperti harapan. “Anak jadi lebih berselera untuk makan. Misalnya, ikan diolah menjadi menu tertentu sesuai kesukaan anak. Saat anak melihat masakan itu langsung berselera makan,” akunya. Menurut dia, sebelumnya kadang orang tua tidak mengetahui makanan bergizi apa yang harus dikasih ke anak. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo