RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Komunitas bonsai di Temanggung harus terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Sebab, Temanggung sangat berpotensi dengan sumber daya alam yang luar biasa.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Temanggung Yunianto mengatakan hal itu dalam pameran bonsai di halaman GOR Bambu Runcing Temanggung, Senin (16/10/2023).
Menurutnya multiplier effect dari pameran bonsai akan menambah khasanah dari kegiatan UMKM. Sehingga setiap tahun dapat terus berkembang dan masyarakat mendapatkan manfaat. Kegiatan semacam ini perlu dipertajam karena Temanggung sangat berpotensi.
Festival bonsai ini sebagai wadah edukasi untuk komunitas bonsai Temanggung. Di daerah ini banyak pohon sudah tua yang mungkin hampir mati. Hal tersebut dapat dimanfaatkan. Walaupun harus seiring sejalan dengan reboisasi. Yakni penanaman sabuk gunung harus tetap jalan.
“Ketika ada bahan fosil, dan nanti bisa diolah untuk menjadi bonsai, ini akan lebih indah,” katanya, Senin (16/10/2023).
SDM para pelaku bonsai di Temanggung juga butuh waktu pembelajaran. SDM harus ditingkatkan. Pameran ini menjadi wahana untuk membandingkan. Harapannya komunitas di Temanggung bisa mengikuti komunitas di Jawa Tengah, dan Temanggung tidak ketinggalan.
Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo menyampaikan, komunitas bonsai dari berbagai wilayah datang ke pameran ini. Seperti, Wonosobo, Magelang, Semarang. Artinya potensi Temanggung sangat bagus. Apalagi, di Temanggung ada juri tingkat nasional. Hal tersebut perlu terus digali.
“Nilainya luar biasa, Rp 200 juta. Paling rendah saya lihat sekitar Rp 5 juta. Kalau ini bisa dilakukan pecinta bonsai di Temanggung tentu ini sangat bagus. Dalam rangka menggerakkan ekonomi juga,” terangnya. (din/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo