RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Warga Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung menggelar ritual merti tirta amerta bumi, Minggu (15/10/2023). Ritual tersebut sebagai bentuk syukur masyarakat setempat dan untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala Desa Purbosari Pujiono mengatakan, di desa ini terdapat potensi wisata edukasi Situs Liyangan. Warga menggelar ritual ini di situs tersebut dan di sumber mata air dekat situs.
Dalam ritual merti tirta amerta bumi, kegiatannya terdiri atas pengambilan air suci, tarian yang dilakukan empat perempuan sebagai simbol empat hawa nafsu, doa, dan penanaman pohon kalpataru. Harapannya, sumber mata air Tuk Tempurung bisa terus lestari.
“Filosofi dalam tarian saat ritual mengandung makna bahwa air adalah bagian dari sumber kehidupan. Kita harus bisa melestarikan air tersebut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Menurut dia, warga sudah melaksanakan kegiatan penanaman pohon setiap tahun. Untuk kebersihan lingkungan, pihaknya juga sudah bisa mengelola persampahan. Warga bergotong royong membersihkan saluran air di desa tersebut, khususnya di Dusun Liyangan.
Dijelaskan, merti tirta amerta bumi bermakna merawat air beserta buminya. Karena hidup di dunia selalu berkaitan dengan dua unsur, yakni air dan bumi.
“Tradisi ini merupakan turun-temurun dari nenek moyang kami. Sehingga sekarang ditambah dengan pengembangan berupa kirab budaya,” jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana menjelaskan, ritual ini mengandung makna terkait kelestarian air dan alamnya. Event ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas belaka, tapi bisa berkontribusi menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan.
Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa menggunakan pembiayaan dari hasil seni budaya yang ada. Sehingga ke depan tidak membebani swadaya masyarakat. Atau bahkan dapat memberikan multi effect ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Bagaimana agar kebudayaan bisa memberikan nilai tambah pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (din/aro)