Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Budidaya Madu Klanceng Cukup Menjanjikan

Lis Retno Wibowo • Selasa, 26 September 2023 | 22:00 WIB

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan dan hutan tandus, Suyanto berhasil membudidayakan lebah maju klanceng. Madu yang diproduksi warga Dusun Kajeran, Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Temanggung ini banyak dicari orang.

Madu klanceng memiliki tekstur yang lebih encer dari madu biasa. Diklaim lebih berkhasiat. Pada saat pandemi Covid-19,  madu produksinya sering dicari masyarakat karena kaya kandungan propolis.

Propolis berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Kandungan polifenol pada propolis dapat membantu produktivitas sel-sel imun. “Pada saat Covid banyak dicari karena kandungan nutrisinya lebih bagus. Termasuk propolisnya lebih dominan,” jelasnya.

Pria 56 tahun ini menceritakan tahun 2010 bersama Kelompok Tani  Hutan (KTH) serta warga setempat berupaya agar hutan dan tanah di sekitar mereka menjadi subur. Akhirnya dilakukan reboisasi dengan penanaman tanaman kayu dan buah.

Budidaya madu klanceng ini mulai ditekuni pada 2014 ketika lingkungan sekitar rumahnya sudah mendukung. Tidak tandus lagi. Lelaki yang akrab disapa Mr J itu belajar otodidak melalui video di YouTube.

Madu klanceng yang dipanen berasal dari 3 spesies lebah. Yakni TetragonulaHeterotrigona dan Lepido. Ketiga jenis lebah ini masih dalam satu jenis stingless bee atau lebah tanpa sengat.

Kata “klanceng” menurut dia sebenarnya sebutan khas untuk lebah tanpa sengat di daerah masing-masing. Di Temanggung sering disebut dengan klanceng atau lanceng.

Dari tiga jenis lebah yang dipelihara Suyanto menghasilkan jumlah madu yang berbeda pula. Tetragonula jenis Laeviceps menghasilkan 150ml dalam 6 bulan – 1 tahun. Tetragonula jenis Pagdaniformis dan Drescheri 4-6 bulan menghasilkan 250ml. Untuk Heterotrigona jika pada saat musim bunga dalam 10 hari dapat menghasilkan 250 ml. Sementara jenis Lepido, Suyanto mengatakan belum bisa mengamati jumlah yang dihasilkan karena sifat lebahnya yang pemalu. (mg24/lis)

Suyanto sedang memanen madu klanceng di kebunnya di Kranggan
Suyanto sedang memanen madu klanceng di kebunnya di Kranggan

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#propolis #desa pendowo kranggan #budidaya madu klanceng